Flirting With Tamed Elephants In Way Kambas National Park Lampung

For some of you who really want to flirt with nature, especially playing around with tamed elephants, I suggest you to come to Way Kambas National Park in Lampung. If you guys are coming from Jakarta, it’s not so draining your wallet to come to Lampung because it costs about IDR 200K by plane or about IDR 150K by bus.

Way Kambas National Park was run by government, that consists of swamp forest and lowland rain forest, mostly of secondary growth as result of extensive logging in the 1960s and 1970s. In 2016, Way Kambas was formally declared an ASEAN Heritage Park.

Processed with VSCO with g3 preset
Tamed Elephants in Way Kambas National Park – Lampung

GET IN

  • Entrance fee for domestics: IDR 12K/person/day, IDR 20K/person/day at weekends and public holidays.
  • Entrance fee for foreigners: IDR 150K/person/day, IDR 250K/person/day at weekends and public holidays.
  • Accommodation in Way Kanan IDR 250K/night without food and real toilet. This accomodation is optional if you want to stay overnight around Way Kambas.

HOW TO GET TO WAY KAMBAS

Direction below starts from Bandar Lampung to Way Kambas National Park:

  • By bus: [Alt. 1] From Raja Basa bus terminal to Way Jepara, stops at Gajah Batu, Rajabasa Lama village, then continue by taking ojek (bike) to Way Kanan or Elephants Training Center of Way Kambas.
  • By bus: [Alt. 2] From any bus terminal, take bus to Metro city, then continue taking bus from Metro to Rajabasa Lama.
  • By car: Open google maps on your smartphone for the directions then everything is going to be very clear.

I don’t recommend you to go to Way Kambas by motorcycle or bike because it is dangerous; the street crimes may be happened in unecpected time, unless you go with local people.

Processed with VSCO with c7 preset
Riding Elephants in Way Kambas National Park – Lampung
Processed with VSCO with c7 preset
Chit-chat with Elephants.. Why Not?

Overall, playing and flirting with tamed elephants directly in Way Kambas is a good idea to spend your holiday in Lampung, not always going to beaches even Lampung has some amazing oceanic views to offer.

If you guys have special request for photoshoot or filming permission, you can contact Pak Suhadak as the tour coordinator at +6282380303423 (call & Whatsapp) or email at adakspontan71@gmail.com

So.. do you have plan to visit Way Kambas? 🙂

8 Hal Unik Ini Hanya Bisa Lo Temuin Di Myanmar

Sebagai salah satu negara berkembang di kawasan Asia Tenggara dengan budaya yang cukup unik, Myanmar wajib lo masukin ke daftar tujuan buat liburan ke luar negeri. Nah, belom lama ini gue coba pergi ke Myanmar dan nemuin beberapa hal yang gak sama kayak di Indonesia loh, penasaran? Nah.. Berikut 8 hal unik yang hanya akan lo temuin di Myanmar, check it out!

1. SARUNG JADI PAKAIAN FORMAL

Processed with VSCO with c7 preset
Cowok-cowok bersarung di Myanmar

Buat kebanyakan cowok-cowok di Myanmar, sarung + sandal jadi pakaian sehari-hari mereka, bahkan juga dipake buat ngantor loh guys! Wkwk (funny but true).. So, tiap hari rasanya kayak abis jumatan aja.

2. WAJIB PAKAI BEDAK

Processed with VSCO with c7 preset
Bedak dingin a.k.a parem kocok rakyat Myanmar

Terlepas mau cewek atau cowok, masih TK sampe tua renta, mau yang jomblo sampe punya banyak selingkuhan, pokoknya orang sini hobi banget pake bedak.. Bukan bedak bayi atau bedak ala ala cantique yaaa, tapi bedak dingin (yang bau & teksturnya kayak parem kocok). Bedak dingin ini katanya bisa ngelindungin kulit dari sengatan sinar matahari, padahal ya suhu siang di sana gak sepanas dan seengap di Jakarta sih btw.

3. GAK PUNYA JALAN TOL

Processed with VSCO with c7 preset
Toll yang bukan toll di Myanmar

Well, sejauh yang gue tau dan tanya-tanya sopir di sini, Myanmar gak punya jalan tol yang ‘sesungguhnya’, artinya, jalan tol yang benar-benar bebas hambatan. Di sini, jalan antar kota-antar provinsi ada gerbang tolnya, tapi aneh jalannya gak ada pinggir pembatas dan masih ada rumah warga di sekelilingnya, bahkan masih banyak motor lalu lalang nyalib sana-sini. Terus kalo gitu ngapain ada bayar di gerbang tol yak? wkwk

4. SETIR DI KANAN, JALAN DI KANAN

c90d9dcd-80aa-4a08-b3c2-588be5133b7c.jpg
Penampakan setir dan posisi jalur nyetir yang beda

Gak kayak kebanyakan negara di dunia raya ini yang berkebalikan antara setir dan jalan, Myanmar justru beda. Untuk mobil biasa/pribadi yang ukurannya kecil-sedang itu setirnya ada di sisi kanan kek di Indonesia, but… nyetir di jalannya sebelah kanan juga. Beda lagi untuk mobil ukuran besar, setirnya ada di sisi kiri boss.. Kalo ini mah bener yak, setir di kiri jalan di kanan.. wkwk (So, mobil di sini ada yang setir di kanan & di kiri, but jalan tetep di jalur kanan)

5. NO MSG FOODS

Processed with VSCO with c7 preset
No MSG Foods

Buat kita generasi mecin, gak nyaman banget rasanya makan di Myanmar. You know, kebanyakan masakan di sini gak pake mecin, even itu chinese food sekalipun yang notabene banyak penyedap rasanya jadi terasa agak hambar. Mau cari KFC? Goodluck aja deh karena cuma ada 9 gerai di Yangon (kota terbesar di Myanmar), entah kalo di kota besar lainnya. Junk food terkenal lain juga gak yakin ada sih. Mungkin ini sebabnya orang sana hampir gak ada yang gendut ya, susah makan makanan enak.. wkwk

6. SUSAH CARI CONVENIENCE STORE

Processed with VSCO with c7 preset
Sedikit convenience store di Myanmar

Kalo di Indonesia, convenience store macem Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Circle K, dll., menjamur udah kayak apaan tau, di tiap belokan jalan pasti ada. Beda kalo di Myanmar mah, coba aja cari satu, kalo dapet rasanya udah kayak nemu mata air di gurun pasir.

7. GAK ADA KUCING DI JALAN

Processed with VSCO with c7 preset
Banyak anjing hampir di setiap ruas jalan di Myanmar

Ini aneh sih, hampir gak percaya kalo di jalanan gak ada kucing kampung liar, but sejauh yang saya lihat di sini cuma ada anjing liar aja di mana-mana. Kalo ngana ke Myanmar, coba buktiin deh, kalo beneran ada kucing boleh share fotonya di sini? 🙂

8. BANYAK BURUNG GAGAK

Processed with VSCO with c7 preset
Banyak gagak di Myanmar | Photo source: manueloka.com

Terutama di Yangon, layaknya film horor nih, burung gagak ada banyak banget di sini. Gak usah heran liat mereka terbang gerombolan dengan suara-suara seremnya itu. Anyway, gak cuma gagak sih, di kota Yangon sendiri banyak juga burung dara.. Berasa di eropa loh! haha

Nah, mungkin itu yang saya tangkep dari perjalanan singkat beberapa waktu lalu ke Myanmar, kalo kamu pernah ke sana dan ada insight lain boleh sharing di kolom komentar ya! 🙂 Buat yang belum pernah ke Myanmar, yuk ah book tiket aja ke sana gak bikin kantong jebol kok.. hehe

Camping Tanpa Izin Di Situ Cileunca Bandung

Weekend tiba, tau lah saatnya untuk apa. Jalan-jalan! Yeah, kali ini ke tempat yang udah sangat gak asing lagi buat saya, Bandung, tempat di mana masa-masa dusta, maksiat, dan segala hingar bingar pendewasaan bermula. Oke tapi kali ini bukan bahas soal masa kelam durjana yang udah lewat, saya akan cerita soal pengalaman camping yang saya lakukan beberapa weekend lalu di Situ Cileunca, Pengalengan, Bandung; bersama sobat Instagram yang juga hobi traveling, yaitu Heri, Gerry, Irfan, dan Satria.

Situ Cileunca
Rute Menuju Situ Cileunca

Perjalanan dimulai dari Bandung dengan menggunakan motor. Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam (start jam 7 malam, sampai jam 9an malam) untuk bisa sampai ke Situ Cileunca. Soal rute, kayaknya gampang lah ya tinggal buka google maps dan cari Situ Cileunca, so kita pun udah bisa ke sana tanpa harus tanya-tanya orang lain lagi.

Enaknya pergi malem ya gini nih, kita masuk kawasan Situ Cileunca gak mesti bayar kayak biasanya karena penjaganya udah pada masuk rumah masing-masing, saatnya mereka bertugas menafkahi istri & anak-anak.. aw aww.

Situ Cileunca
Tenda camping kami di Situ Cileunca

Segala tenda dan perlengkapan camping, kami sewa di Green Camp Rental Camping di kawasan Cikutra, Bandung, lebih tepatnya di Jl. Gagak. Well, di sekitaran sini sebetulnya ada banyak toko rental alat outdoor dan kalian bisa pilih mau sewa di mana, cuma ya kalo saya udah cukup berlangganan sama Green Camp jadi memilih untuk setia aja.

*Kontak Green Camp: 022-2517601 atau WA: 08997898894

ALAT YANG KAMI SEWA DAN HARGA (per Agustus 2017):

  • Tenda kapasitas 2-3 orang = Rp30,000/tenda/malam
  • Tenda kapasitas 3-4 orang = Rp40,000/tenda/malam
  • Lentera = Rp15,000/malam (2 buah)
  • Sleeping Bag = Rp5,000/buah/malam
  • Matras Aluminum Foil = Rp5,000/matras/malam
  • Kompor = Rp10,000/malam
  • Gas = Rp20,000/tabung

Kondisi badan gak fit banget kali ini, tapi sebagai travel influencer panutan harus selalu siap dan bisa bawa suasana ya.. ciyeelah.. So, setelah semua perkakas tenda rampung, saya bobo manja aja, sedangkan yang lain entah ngapain di luar sana.

Well, pagi-pagi buta, suhu memang dingin banget di sini, kami bangun untuk foto-foto cantik uhlala. Here we go:

Processed with VSCO with l3 preset
Situ Cileunca dari dalam kapal
Processed with VSCO with c7 preset
Sunrise di Situ Cileunca
Processed with VSCO with c7 preset
Menyambut matahari pagi situ Cileunca

Oke, kesimpulannya karena kita dateng malem-malem gak diundang dan gak bayar pula, so gak recommended banget buat kamu ikutin perjalanan kita kek gini ya gengs. Pagi-pagi buta ketawan lah ada 2 tenda bertengger di belakang tulisan gede “SITU CILEUNCA” yang katanya gak boleh dan super terlarang banget dibuat camping, alhasil kita jadi bayar denda.. wkwk.. But, overall karena kita jalan ramean jadi oke lah dengan segala kekhilafan ini.

Processed with VSCO with c7 preset
Teletubbies Situ Cileunca, difotoin @francescology

Saran saya, udah dari sore kamu ke tempat ini dan urus segala perizinan jadi camping bisa lebih tenang dan mungkin dikasih tau tempat yang boleh dijadiin perkemahan atau enggaknya ya. So far, spot di sini oke banget kalo mau hunting foto bintang dengan gugusan galaksi yang kece banget asal gak berkabut dan cuaca mendukung.

Ada lagi spot kece lain untuk camping di Bandung selain di sini?

Tebing Koja Kandang Godzilla – Modal Rp2,000 Bisa Foto Hits Di Tangerang

Dekat dari Jakarta, Tangerang bisa jadi salah satu tempat untuk pelancongan ala-ala, terutama untuk kalian para pemain Instagram. Beberapa minggu lalu, saya dan 2 teman Instagram lainnya; Heri dan Ucha, bertandang ke Tebing Koja Kandang Godzilla, Cisoka, Tangerang.

Berbekal GoogleMaps, uang receh, dan kamera hape, gak pake malu-malu kuda kita berangkat. Lokasinya kira-kira ada di sini:

Tebing Koja
Lokasi Tebing Koja Kandang Godzilla, Tangerang

Gak perlu nanya-nanya orang lah ya, kalo kalian mau ke sini, cukup buka GoogleMaps terus ketik aja keyword “Tebing Koja Kandang Godzilla”, maka akan keluar lokasi persisnya, terus tinggal ikutin jalan deh.

Anyway, saya ke sini dengan motor dari kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, dan mengkonsumsi waktu sekitar 2 – 2,5 jam perjalanan (berangkat jam 1 siang, sampe jam 3an sore). Siapin aja masker karena sepanjang jalan akan banyak banget debu industri dan asep knalpot.

Processed with VSCO with c7 preset
View Tebing Koja dari pintu masuk

Well, tempat ini kayaknya udah cukup membahana di telinga para pemain Instagram, keliatan udah rame dan banyak pedagang ya meskipun harga masuknya juga masih muree, cukup bayar Rp2,000 untuk tiket masuk per orang. Ke sini bisa pake mobil? Bisa! aksesnya gak kayak masuk pelosok desa kok, dan area parkir juga cukup luas lah.

Processed with VSCO with c7 preset
Keramaian di Tebing Koja Kandang Godzilla

Sampe detik ini, saya masih bingung kenapa ini dinamakan kandang godzilla ya? Padahal kalo ke sini juga gak kayak kandang sih, karena sebetulnya ini rawa di bekas tambang pasir, yang sebagian lahannya ditanami padi & kangkung.

Processed with VSCO with c7 preset
Tanaman kangkung yang ditanam di Tebing Koja Kandang Godzilla

But OK, terlepas dari nama yang bikin salah fokus, kalian lebih baik ke sini saat sunrise atau sunset, karena semburat warna langit dengan cahaya yang menembus pepohonan di sekitar tempat ini bisa bikin foto makin dramatis unch unch uhlala~

Saya saranin untuk camping sebenernya sabi, cuma saya belum tau apa boleh atau enggaknya kalo camping di sini ya. Monggo ditanyakan kalo lagi main sekalian.

Processed with VSCO with l3 preset
Saung di tengah rawa Tebing Koja Kandang Godzilla

Buat kalian yang mau foto-foto, tempat ini salah satu yang recommended ya di kawasan Tangerang. Meskipun gak ngeluarin biaya yang besar, tapi hasilnya kece loh macem kota Guilin di China. Tau? *brb searching gugel dulu yha kak*

Processed with VSCO with c7 preset
Berfoto manja di rawa Tebing Koja Kandang Godzilla
Processed with VSCO with c7 preset
Pose tengil ala-ala

Masih ragu mau ke sini? Cuss yuk jangan banyak pertimbangan, ajak temen-temen buat foto kece di sini. Oh iya, sebagai traveler yang baik, kalian harus tetap mengutamakan keselamatan diri kalian ya karena ini bentuknya tebing, so akan banyak banget celah untuk jatoh dari ketinggian, don’t forget juga buat jaga kebersihan lingkungan sekitar ya! See you again in other stories.

Any comment? Ketik aja di kolom bawah ya 🙂

11 Reasons Why Travelers Are The Best Job Candidates

Traveling is a new form of education. You learn a complete different skill set while traveling than you would from a textbook. Travel builds character and educates us naturally by doing and experiencing ourselves. You can’t teach appreciation of the world, you can’t teach a sense of wanderlust, but travel definitely does.

However, when recruiters see those gaps, they can’t help think, “tisk tisk, they must just not be ready to work.” They see unemployment, no ambition, and a whole lot of partying and drinking (well, at least my mom thinks so) but it’s time these misconceptions behind us because companies will be losing the best future employers.

Quoted from livingnomads.com, this is why travelers make the best candidate:

1. WE ARE THE DREAMERS

matese-fields-233175
Photo by Matese Fields on Unsplash

Travelers see the beauty in things that aren’t so beautiful. They are able to see the world in a different way. It’s not ordinary, it’s magical. Therefore, when we work, we want to make our workspace our new world while bringing value and culture to the workspace. We got this.

2. WE MAKE THINGS HAPPEN

dev-benjamin-215762
Photo by Dev Benjamin on Unsplash

The willingness of travelers are so great. We always make things happen. Once they have dreams to visit one place, they will assure to visit that place someday even if they must do much savings for months. Nothing is impossible for travelers to travel over the place they want.

3. WE ADAPT TO CHANGES

gabriel-santiago-1598
Photo by Gabriel Santiago on Unsplash

As travelers, we thrive on change. We travel from destination to destination, use all types of currencies, adjust to new time zones, and are constantly changing our environments. Basically, we find our feet easily. We are much more open to change and can adjust with no trouble in regards to reorganization and management alterations a lot better compared to those who don’t venture out.

4. WE ARE EXTREMELY RISK TAKER

cam-adams-41558
Photo by Cam Adams on Unsplash

As travelers, we are faced with stressful and uncomfortable situations that force us to push ourselves out of our comfort zones. But we are willing to overcome our fears of the unknown and explore it. We jump off cliffs, eat mystery meat in Asia, ride in tuk tuks, and hey, even cross the streets in Vietnam. So a bit of a business risk is nothing to fear, but rather embrace. And hey, the best experiences happen outside of our comfort zones and so do the greatest successes.

5. WE KNOW HOW TO BUDGET & SPEND MONEY WISELY

vitaly-145502
Photo by Vitaly on Unsplash

Journeyed candidates know how to stretch a dollar. We can make a whole lot with just a little. Making budget reports and staying within budget is second nature to us. How much travel can we get out of X amount? We can do the same with your business. Try us.

6. WE CAN NEGOTIATE

nik-macmillan-280300
Photo by Nik MacMillan on Unsplash

Have you ever been to Asia? “My friend, we have good price for you.” Ok, right. Don’t let that fool you because we know how to haggle for almost everything. We find the item we want, we are set on our price and we know how we will get it. In other words, we can negotiate with other businesses pretty well. If we have a goal in mind such as a future partnership or a new deal, we will negotiate the heck out of it until we get what we want for the price we want. Thanks, Asia.

7. WE MAKE DECISIONS QUICKLY

richard-tilney-bassett-183124.jpg
Photo by Richard Tilney-Bassett on Unsplash

Frequent travelers have to make decisions all the time while they are on the go. Things go wrong, the meet new people, places are sold out. Travelers need to think fast for what’s next. They have to weigh up the pros and cons of transportation, accommodation, and assessing risks. We travel for a limited time, so to maximize both time and money, we become efficient decision makers.

8. WE HAVE EXCELLENT COMMUNICATION SKILLS

jakob-owens-142078.jpg
Photo by Jakob Owens on Unsplash

Not only are travelers willing to learn a few words in another language, but we have to talk to locals to see the best of the city. We talk to the travelers in our hostels to hang out or do a tour. We love to get to know other people and travel together. We aren’t afraid of conversation, we can make a good chat out of anything, we connect to people on a deeper level and we love to hear different opinions. We are globalized citizens. That, my friend, makes a great salesman.

9. WE HAVE AN OPTIMISTIC ATTITUDE

teddy-kelley-105544
Photo by Teddy Kelley on Unsplash

Problems are everywhere when you are on traveling. Travelers have their own attitude to overcome those problems into a positive side, we see it as a lesson to become even more better and stronger. This is best applied when in the office where problems are maybe come over and over.

10. WE ARE WILLING TO LEARN

mike-giles-5655.jpg
Photo by Mike Giles on Unsplash

Travelers have a dire need to learn about the world around them. We want to learn more about new cultures, customs, and traditions. We travel to learn about this big world, about ourselves and about other people. We adapt the same mentality in the workforce. We always want to learn to make a bigger and better “me”.

11. WE ARE GOOD AT PROBLEM SOLVING

rawpixel-com-250087.jpg
Photo by rawpixel.com on Unsplash

Missing flights or trains, delayed busses, lost suitcases? We have all been there, but travelers know how to keep their cool when something goes wrong. In event planning, something always happens (seriously, no event goes perfectly), but it is the way we manage the issue and solve the problem that matters in the end. It’s like they say, “It’s not about the destination, it’s about how you get there.”

Demi Instagram, Nekat Masuk Hutan Mangrove Terlarang Di Jakarta

Beberapa minggu lalu di saat suasana bulan puasa ramadhan masih hangat-hangatnya, saya dan beberapa sohib travel Instagram seperti Jare, Nana, Roosmita, dan Irfan mengagendakan untuk ngabuburit dan foto ala-ala selebgram traveling ke kawasan hutan mangrove di Jakarta Utara. Bukan sok anti mainstream, tapi ini hutan mangrove memang bukan seperti yang selama ini dikunjungi khalayak ramai, melainkan kawasan konservasi yang sudah ditutup untuk publik.

Tempat ini bernama Suaka Margasatwa Muara Angke.

Lokasi
Peta lokasi menggunakan GoogleMaps

Lokasinya berada di Jl. Pantai Indah Utara 2, persis di depan komplek pertokoan Galeri Niaga Mediterania II. Kalo kamu ke sini, keliatan banget tempat ini udah ditutup dan gak dibuka untuk umum lagi. Beda banget suasananya dibanding tempat wisata mangrove lainnya yang ada di kawasan Pantai Indah Kapuk. Di sini, baru masuk udah berasa sepinya dan usang, so ini semacam tempat terlarang gitu deh.

Processed with VSCO with c7 preset
Lokasi yang sudah tidak dibukan untuk umum

Untuk menelusuri jalan kayu sampai ke dalam, kami harus melompati gerbang yang sebetulnya udah digembok, gak boleh ada orang masuk, tapi ya karena tempat ini sepi juga dan gak ada orang yang jaga maka kami nekat aja lompat untuk masuk ke dalam.

Processed with VSCO with c7 preset
Gerbang yang sudah dikunci gembok, no entrance!
Processed with VSCO with c7 preset
Lompat pagar aja yuk

Karena niatnya foto-foto untuk Instagram, maka terjadilah petualangan manja ala-ala. Muter-muter nyari spot yang kalo diedit bisa jadi dramatis “katanya”.. wkwk

Sejujurnya karena tempat ini sepi banget ya dan gak ada orang lain selain kita, maka asik buat foto-foto, yang paling gak enak adalah karena sepi dan usangnya tempat ini sejak ditutup dari publik, tempatnya jadi banyak nyamuk dan serangga lainnya, bahkan beberapa cabang pohon ada yang tumbang menutupi jalan. Entah di kemudian hari tempat ini akan dijadikan apa.

Oh iya, ini beberapa hasil ngabuburit kami selama ada di hutan mangrove terlarang:

Processed with VSCO with c7 preset
Raisa & Hamish
Processed with VSCO with c7 preset
Candid ala-ala
IMG_9518
Bukan Pre-wedding guys
Processed with VSCO with c7 preset
Raisa hilang arah tujuan hidup
Processed with VSCO with c7 preset
Behind the scenes

Sebagai salah satu “Travel Influencer” di Indonesia Raya ini, harusnya masuk tempat yang sudah ditutup untuk umum tanpa izin adalah kesalahan besar. I personally feel sorry about this and I hope you guys do not follow the same way like we just did.

Cuma gara-gara Instagram sampe kayak gini. Menurut kalian gimana?

Ini 4 Rahasia Kulit Tetap Putih Walau Sering Traveling

Di luar sana, banyak banget orang yang suka traveling, meskipun gak keliatan banget dari akun Instagramnya, bener? Eh tapi tau kah kalian, kalo ternyata kebanyakan orang-orang ini punya ketakutan yang sama, yaitu TAKUT KULIT GOSONG kalo sering traveling. Gak sedikit loh yang bertanya ke saya via Direct Message (DM) di Instagram soal rahasia kulit saya yang tetap putih bersih dan permai ini padahal sukanya main outdoor.. Unch unch.. Hahaha! Oke, ini tips & sharing ya 4 rahasia kulit putih saya walau sering traveling:

I. PAKAI JAKET ATAU BAJU LENGAN PANJANG SAAT BEPERGIAN

Processed with VSCO with c7 preset
Source: http://www.worldofwanderlust.com/

Gak cuma berfungsi menghalangi sentuhan sinar matahari ke kulit, baju lengan panjang ataupun jaket yang kamu pakai saat traveling bisa menolong kamu dari gigitan serangga nakal dan polusi yang membuat kulit kusam. Biar gak gerah, pakai bahan yang nyaman dan menyerap keringat ya!

II. PASTIKAN KULIT SELALU TERBALUT LOTION PELEMBAB

Processed with VSCO with c7 preset
Source: http://www.femaledaily.com/

Meskipun pakai jaket atau baju lengan panjang, gak afdol kalo kulit kita gak terbalut lotion pelembab ya. Gunanya untuk apa sih? Ya untuk menutrisi kulit, percuma kan kita tutupin kulit dari sinar matahari aja tapi ga ada nutrisi untuk kulitnya sendiri, betul?

III. GUNAKAN SUNBLOCK (MIN. SPF 30) SAAT BERMAIN DI PANTAI

Processed with VSCO with c7 preset
Source: http://www.thongtinyduoc.net/

Kalo mainnya di tempat adem macem hutan-hutan gitu lotion aja cukup, tapi kalo lagi ke pantai atau berenang di lautannya gimana? Butuh perlindungan ekstra ya guys! Pake sunblock dengan minimal SPF 30. Apa sih SPF? Itu singkatan dari Sun Protection Factor, semakin tinggi SPF-nya maka semakin baik sunblock itu melindungi kulit dari sinar matahari. Biar kulit gak kebakar, kering, dan ngelotok.

Oh iya, sekedar tips aja nih biar hasilnya maksimal, pake sunblock ga boleh banyak-banyak dan jangan terlalu sering ya. Cukup pemakaian merata aja ke kulit, diamkan sampe meresap sempurna, baru deh masuk ke laut atau bermain di pantai. Oleskan tiap 2 jam sekali ya.

IV. KONSUMSI VITAMIN C

Processed with VSCO with c7 preset
Source: http://i2.wp.com/selfhacked.com/

Selain menjaga daya tahan tubuh saat traveling, vitamin C juga berguna banget untuk mencerahkan kulit ya guys. Kamu bisa mendapat banyak asupan vitamin C ini dari jus jeruk (saya hobi banget minum jus jeruk di manapun), ada juga dari kapsul atau tablet yang memang dijual generik sebagai vitamin C.

Mungkin itu aja kali ya 4 rahasia dari saya untuk punya kulit putih walau sering traveling. Oh iya, sebagai tambahan, sabun mandi kamu juga harus yang diformulasikan untuk mencerahkan kulit ya, jangan cuma wangi doang! Hahaha.. Ada yang punya masukan atau tambahan soal tips ini? Silakan komen di bawah ya 🙂