Mau Pergi Ke Jepang, Apa Perlu Beli JR Pass?

Dilema ini sering terjadi buat orang-orang yang mau pergi ke Jepang. Berpikir keras, cari-cari info, tanya-tanya tetangga, tapi tetep aja kepikiran “Apa perlu beli JR (Japan Rail) Pass buat di Jepang nanti?”.

Oke, sebelumnya gue jelasin dikit ya, Japan Rail Pass atau biasa dikenal dengan sebutan JR Pass adalah tiket rel kereta yang sangat hemat biaya untuk perjalanan kereta jarak jauh di Jepang. Ini hanya dapat digunakan oleh turis asing dan menawarkan penggunaan kereta JR tanpa batas. – Japan Guide.

Nah, buat yang masih bingung, gue mungkin bisa bantu dikit di tulisan ini. Dan kalo lo udah beli tiketnya, gak usah panik, sekarang lo mesti tau apa lo perlu beli JR Pass selama di Jepang nanti atau enggak. Caranya:

1. Lihat Total Biaya Transportasi Dari Itinerary

Kuncinya ya satu, itinerary lo selama berada di Jepang harus udah jelas semua, mulai dari kota-kotanya maupun tempat-tempat yang nanti bakal lo kunjungin, beserta estimasi pengeluarannya juga. Contoh itinerary bisa cek punya gue di sini.

Untuk estimasi biaya transportasi lo bisa cari referensi di hyperdia atau rome2rio.

2. Kenali Operator Transportasinya

Nah, ini bisa keliatan setelah lo cek estimasi total biaya transportasinya dari link di poin nomor 1. Kalo gue sendiri, lebih nyaman pake rome2rio ya, dari situ keliatan mana yang dioperasikan oleh perusahaan JR mana yang enggak.

*JR Pass hanya bisa digunakan pada kereta dan bus yang berlogo JR.

Lo filter deh sekarang berapa duit yang harus lo keluarin buat transportasi berlogo JR doang di Jepang (termasuk bus & kereta). Nanti tinggal lo bandingin sama berapa hari lo bakal ada di Jepang.

3. Cek Paket JR Dari Berapa Hari Lo Berada Di Jepang

FYI nih, JR itu ada banyak pilihannya, tergantung dari jenisnya & masa berlakunya.

JR Pass Table
Tabel Harga JR Pass

Tipe JR ada dua: Green & Ordinary.

Kalo Green macem executive-nya gitu lah, lebih mewah, sedangkan ya ordinary buat sobat misqueen gitu.. wkwk alias ekonomi. Tapi tenang, ekonominya di Jepang tetep kece kok, gak nyesel lah pokoknya.

Untuk harga hanya terbagi tiga: 7 hari, 14 hari, dan 21 hari.

Di sini lo bisa nentuin deh, mulai dari hari ke berapa lo pake JR sampe hari terakhir lo pake JR-nya, misal lo akan ada di Jepang selama 12 hari, tapi dari itinerary lo akan pake JR di hari ke-5 sampe hari ke-12, berarti kan lo cuma pake 7 hari tuh, nah berarti lo cukup beli JR Pass 7-Day. So, gak perlu beli yang 14-Day ya.

KESIMPULAN

  • BELI JR PASS, kalo total estimasi pengeluaran transportasi berlogo JR–dari perhitungan web di poin 1–selama di Jepang lebih besar dari harga JR Pass. (biaya transportasi JR > harga JR pass)
  • JANGAN BELI JR PASS, kalo total estimasi pengeluaran transportasi berlogo JR selama di Jepang lebih kecil dari harga JR Pass. (biaya transportasi JR < harga JR Pass)

___________________________________________________________________________________________________________

**INFO TAMBAHAN SEPUTAR JR PASS**

DIMANA BELI JR PASS?

JR Pass bisa dibeli di e-commerce macem Traveloka, Tokopedia, ataupun Shopee, bisa juga dibeli di agen-agen travel besar langganan lo ya, pasti ada! 🙂

GIMANA CARA PAKAI JR PASS

Setelah lo beli JR Pass di e-commerce atau agen travel, lo akan dapet serangkaian kertas macem booklet, nah itu lo bawa sampe ke Jepang tapi belom bisa digunain ya, lo mesti redeem booklet tersebut ke loket JR yang ada di bandara atau di stasiun, dan tentuin tanggal aktif JR-nya mau dari kapan.

**Tanggal lo beli JR di negara asal bukan tanggal aktif JR Pass, tanggal aktif JR Pass adalah setelah melakukan redeem booklet yang didapet dari negara asal di loket JR Pass Jepang berdasarkan permintaan dari kita sendiri

TIPS MEMBELI JR PASS

  • Belilah sekurang-kurangnya 2 minggu sebelum keberangkatan ke Jepang, karena JR Pass itu terbatas jumlahnya
  • Beli JR Pass di e-commerce atau agen travel yang terpercaya. Karena mulai dari selesai proses bayar sampe dapet booklet-nya aja butuh waktu beberapa hari, jadi bisa aja ada oknum nakal yang buat jadi lahan penipuan kan. Hati-hati ya!
  • Pastikan memilih paket JR Pass sesuai dengan kebutuhan hari pemakaian JR Pass itu sendiri di Jepang, jangan sampe kita jadi rugi karena niatnya berhemat malah kebobolan 😦

So, are you guys ready to explore Japan? 😀

8D7N Itinerary To India 2018 – Total Expenses Included!

THE WAIT IS OVER! Here I let you guys know my real experience for those whoever wants to have freaking holidays in India. I share a complete day-by-day activities (8D7N Itinerary) while I was visiting India, started from Jakarta on April 2018.

I went to 5 cities in India: Jaipur, Agra, Delhi, Jaisalmer, and Jodhpur

DAY 1 Jakarta – KL

On the day 1, not much to tell you about, but just a little bit drama.. LoL. One of my friends, Angga, was left behind and couldn’t catch the flight schedule so he decided to buy new flight ticket to Jaipur, alone. We met at transit in KL by the way and finally took the same plane from KL to Jaipur. FYI, that was the first time in my life hoping for a delay flight schedule. NO MORE YA!

DAY 2 — KL – Jaipur

As we have just landed in Jaipur, we headed to our hostel directly by Uber Car. No trust in me and also my friends to take unmetered taxi at the airport, you know.. It’s India. It was just a half day since we arrived and we decided to just visit one historical place; AMER FORT.

DAY 3 — Jaipur – Agra

This was our second day in Jaipur and we planned to explore the city during the whole day. We checked out the hostel in the morning after we all had our breakfast, rented a TukTuk (local vehicle in India) for a city ride. It was so fun and memorable experience. But yeah.. do not forget to bargain the price given by the driver, remember one thing; everything in India is so cheap! On this day, we went to 2 places: HANUMAN TEMPLE & HAWA MAHAL.

At the afternoon, we left Jaipur to Agra by train. It took us about 3 hours ride. There was nothing to explore at night in Agra, unless having a dinner, quality time, and going to the hostel afterwards.

Day 4 — Agra – New Delhi

We got only this one day to explore the city before leaving for New Delhi at night. The mandatory historical destination in Agra, or maybe the most wanted destination in India; Taj Mahal, was not forgotten in our mind. We deliberately woke up in the early morning to enter the site and unexpectedly there was so crowded, long queuing line! The sun wasn’t shining already by the way.

At the afternoon, we visited Agra Fort, a beautiful yet historical red fort.

Day 5 — New Delhi – Jaisalmer

We arrived in the early morning in Delhi, the train was delayed for 6 hours from Agra to Delhi without prior notice. FYI, the train/public transportation delay is common in India, so it is good for you to prepare for some times in your itinerary. We got a very tight schedule in Delhi, only 8 hours to explore the city before we left for Jaisalmer by direct flight.

We visited Khari Baoli Market in Delhi.

As we just arrived in Jaisalmer, the temperature was really hot, it was about 46°C at noon. We went to hostel directly and enjoy the surroundings for a moment. The first place we visited in Jaisalmer was Patwa Ki Haveli that just few minutes walking from our hostel. At the afternoon, we booked the schedule for desert camel safari for tomorrow full day activity.

Day 6 — Jaisalmer

We had a full day activity for today, it was Desert Camel Safari.

Day 7 — Jaisalmer – Jodhpur

Last day in Jaisalmer, we decided to tour the whole city. We visited Bada Bagh in the morning and continue to see the Jaisalmer Palace. I think that this is the most beautiful city I have ever visited so far, the buildings are all painted in gold, natural color from desert rocks. Not to miss the other side of the desert city, we also enjoyed Gadisar Lake in Jaisalmer at the afternoon.

The night began, we left Jaisalmer and headed to Jodhpur by a rented car.

Day 8 — Jodhpur – Jaipur

Starting in the morning, we went to Jaswant Thada in Jodhpur. You know, we only have one day to explore the city and yes if you’re looking at our itinerary, it was almost one city for one day. Continuing the journey, we went to not-to-be-missed spot in India, the step well. Luckily, Jodhpur has Toorji Ka Jhalra Step Well, nearby the old town of blue city. FYI, Jodhpur is well-known as the blue city since the old town of this city is all painted in blue color. And not to waste the time, we captured some moments at the Blue City old town in Jodhpur before we left for Jaipur at night and go back to our home country in the morning.

If you guys are some kind of a lazy person and hard to understand story in paragraph, please don’t worry, because here I also attached a simplified itinerary by table down below:

Itin 1Itin 2Itin 3

Summary from above table:

Itin 4

Note:

*Spendings with IDR currency means that I did it in Indonesia by purchasing through several booking sites, and spendings with INR means that I used local currency in India

**Spendings on the above table are not included with purchasing souvenirs/gifts

_________________________________________________________________________________

Tips to reduce costs:

  1. Go to hostels, no hotels. Better if you could stay at local houses/homestay
  2. Go with your squad, never be alone
  3. Be smart in bargaining/negotiating. Never trust strangers who come to you
  4. Find promo ticket from several months before departing date, not only from online booking apps but also from mobile web and direct airline’s website, ’cause the price can be much cheaper!
  5. Spend to only necessary things! And more important, buy only mineral water

Any questions about my 8D7N Itinerary to India? Please let me know on the comment below! 🙂Thanks for reading.

8 Hal Unik Ini Hanya Bisa Lo Temuin Di Myanmar

Sebagai salah satu negara berkembang di kawasan Asia Tenggara dengan budaya yang cukup unik, Myanmar wajib lo masukin ke daftar tujuan buat liburan ke luar negeri. Nah, belom lama ini gue coba pergi ke Myanmar dan nemuin beberapa hal yang gak sama kayak di Indonesia loh, penasaran? Nah.. Berikut 8 hal unik yang hanya akan lo temuin di Myanmar, check it out!

1. SARUNG JADI PAKAIAN FORMAL

Processed with VSCO with c7 preset
Cowok-cowok bersarung di Myanmar

Buat kebanyakan cowok-cowok di Myanmar, sarung + sandal jadi pakaian sehari-hari mereka, bahkan juga dipake buat ngantor loh guys! Wkwk (funny but true).. So, tiap hari rasanya kayak abis jumatan aja.

2. WAJIB PAKAI BEDAK

Processed with VSCO with c7 preset
Bedak dingin a.k.a parem kocok rakyat Myanmar

Terlepas mau cewek atau cowok, masih TK sampe tua renta, mau yang jomblo sampe punya banyak selingkuhan, pokoknya orang sini hobi banget pake bedak.. Bukan bedak bayi atau bedak ala ala cantique yaaa, tapi bedak dingin (yang bau & teksturnya kayak parem kocok). Bedak dingin ini katanya bisa ngelindungin kulit dari sengatan sinar matahari, padahal ya suhu siang di sana gak sepanas dan seengap di Jakarta sih btw.

3. GAK PUNYA JALAN TOL

Processed with VSCO with c7 preset
Toll yang bukan toll di Myanmar

Well, sejauh yang gue tau dan tanya-tanya sopir di sini, Myanmar gak punya jalan tol yang ‘sesungguhnya’, artinya, jalan tol yang benar-benar bebas hambatan. Di sini, jalan antar kota-antar provinsi ada gerbang tolnya, tapi aneh jalannya gak ada pinggir pembatas dan masih ada rumah warga di sekelilingnya, bahkan masih banyak motor lalu lalang nyalib sana-sini. Terus kalo gitu ngapain ada bayar di gerbang tol yak? wkwk

4. SETIR DI KANAN, JALAN DI KANAN

c90d9dcd-80aa-4a08-b3c2-588be5133b7c.jpg
Penampakan setir dan posisi jalur nyetir yang beda

Gak kayak kebanyakan negara di dunia raya ini yang berkebalikan antara setir dan jalan, Myanmar justru beda. Untuk mobil biasa/pribadi yang ukurannya kecil-sedang itu setirnya ada di sisi kanan kek di Indonesia, but… nyetir di jalannya sebelah kanan juga. Beda lagi untuk mobil ukuran besar, setirnya ada di sisi kiri boss.. Kalo ini mah bener yak, setir di kiri jalan di kanan.. wkwk (So, mobil di sini ada yang setir di kanan & di kiri, but jalan tetep di jalur kanan)

5. NO MSG FOODS

Processed with VSCO with c7 preset
No MSG Foods

Buat kita generasi mecin, gak nyaman banget rasanya makan di Myanmar. You know, kebanyakan masakan di sini gak pake mecin, even itu chinese food sekalipun yang notabene banyak penyedap rasanya jadi terasa agak hambar. Mau cari KFC? Goodluck aja deh karena cuma ada 9 gerai di Yangon (kota terbesar di Myanmar), entah kalo di kota besar lainnya. Junk food terkenal lain juga gak yakin ada sih. Mungkin ini sebabnya orang sana hampir gak ada yang gendut ya, susah makan makanan enak.. wkwk

6. SUSAH CARI CONVENIENCE STORE

Processed with VSCO with c7 preset
Sedikit convenience store di Myanmar

Kalo di Indonesia, convenience store macem Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Circle K, dll., menjamur udah kayak apaan tau, di tiap belokan jalan pasti ada. Beda kalo di Myanmar mah, coba aja cari satu, kalo dapet rasanya udah kayak nemu mata air di gurun pasir.

7. GAK ADA KUCING DI JALAN

Processed with VSCO with c7 preset
Banyak anjing hampir di setiap ruas jalan di Myanmar

Ini aneh sih, hampir gak percaya kalo di jalanan gak ada kucing kampung liar, but sejauh yang saya lihat di sini cuma ada anjing liar aja di mana-mana. Kalo ngana ke Myanmar, coba buktiin deh, kalo beneran ada kucing boleh share fotonya di sini? 🙂

8. BANYAK BURUNG GAGAK

Processed with VSCO with c7 preset
Banyak gagak di Myanmar | Photo source: manueloka.com

Terutama di Yangon, layaknya film horor nih, burung gagak ada banyak banget di sini. Gak usah heran liat mereka terbang gerombolan dengan suara-suara seremnya itu. Anyway, gak cuma gagak sih, di kota Yangon sendiri banyak juga burung dara.. Berasa di eropa loh! haha

Nah, mungkin itu yang saya tangkep dari perjalanan singkat beberapa waktu lalu ke Myanmar, kalo kamu pernah ke sana dan ada insight lain boleh sharing di kolom komentar ya! 🙂 Buat yang belum pernah ke Myanmar, yuk ah book tiket aja ke sana gak bikin kantong jebol kok.. hehe

Ini Enaknya Liburan Ke Hong Kong

Beberapa minggu lalu, saya sempat berkunjung ke Hong Kong untuk liburan, sebelumnya gak pernah kepikiran di benak saya kalo nantinya saya akan bisa ke negara ini. Entah, mungkin karena harga tiketnya yang mahal, gak tau enaknya liburan ke sana, dan memang belum bernafsu untuk liburan ke kota besar. Tapi bersyukur ternyata ada rejeki menghampiri sehingga berkesempatan bisa liat-liat keindahan Hong Kong ini.

Oh iya, meskipun Hong Kong bisa dibilang sebagai negara kecil dan salah satu kota besar di dunia, ternyata banyak banget hal-hal unik yang saya temui di sini loh gengs.. Nah, menurut saya ini enaknya liburan ke Hong Kong:

1. Gak Semacet Jakarta

Gimana mau macet coba? Motor aja hampir gak ada di jalanan dan hampir semua orang mau naik transportasi umum, dan menurut saya pribadi, sistem transportasi di Hong Kong ini keren banget, semua sangat terintegrasi mulai dari Ferry, MTR, Subway, Tram, Bus, sampe ke Angkot bisa dengan mudahnya diakses semua orang, jadi ga ada deh tuh istilah “duh mau ke sana gimana ya? Jauh ah.. blabla” eek kucing itu. Beda ya sama Jakarta, udah gitu pembayarannya juga sangat gampang dengan satu kartu yang bernama Octopus, jadi gak repot mau pake kartu A cuma bisa gesek di A, naik transportasi lain beli kartu lain lagi, dst. No way!

hk-octopus
HK Octopus Card | Source: http://myhongkongblog.blogspot.co.id

2. Masyarakat Yang Tertib

Ini salah satu yang bikin saya kagum juga sama Hong Kong ya, meskipun penduduknya semrawut, jalanan juga gak lebar-lebar amat, tapi semua tertib, keliatan loh kalo lagi di jalan dari cara nyebrang jalan mereka aja bener-bener patuh sama rambu lalu lintas meski ga ada mobil yang melintas juga, hemm.. Kalo saya sih biasanya asal nyebrang aja kalo jalanan sepi, bahkan ada mobil juga tinggal angkat tangan aja biar mobilnya yang berenti mempersilakan kita jalan, hehe

People waiting at traffic lights
People at Traffic in HK | Source: http://choosehongkong.wordpress.com

3. Toleransi Antar Rasial

Sama kayak Jakarta, Hong Kong juga memiliki penduduk yang multikultural, beragam banget mulai dari ras, agama, kewarganegaraan, dll., tapi yah sejauh yang saya liat dengan durasi liburan yang sangat singkat, gak ada sih orang di sana yang beda-bedain satu sama lainnya, semua RESPECT meskipun ada yang jual majalah porno pinggir jalan, orang mesra-mesraan di tempat umum, orang beribadah beda agama, gak ada yang suka demo-demo gitu.

4. Belanja Barang Dengan Harga Murah

Nah, untuk urusan belanja Hong Kong bisa jadi salah satu primadona. Semua toko branded ada di sini, bahkan harga yang ditawarkan bisa lebih murah dari yang dijual di Indonesia loh gengs, jenis barangnya pun lebih beragam bahkan ada beberapa yang gak ada di Indonesia. Uniknya, harga barang-barang di sini jauh lebih murah daripada harga makanan loh.. hemm..

slide1
Hong Kong Street Shopping

5. Modernitas & Keasrian Alam Berdampingan

Landscape Hong Kong ini merupakan kepulauan dan bukit-bukit, so.. meskipun padet banget sama gedung-gedung tinggi nan modern, masih banyak juga tempat luang yang masih asri banget alamnya, contohnya kayak gini:

img_67581
Hutan di Perbukitan berdampingan dengan Gedung pencakar langit
River-in-Hong-Kong
Sungai di salah satu sisi Hong Kong

Meskipun terasa enak liburan di Hong Kong kayak gitu ya, tapi ada juga nih yang bikin saya ga betah dan pengen cepet-cepet balik ke tanah air:

1. Cenderung Jorok Untuk Urusan Toilet

Udah beberapa kali saya masuk toilet umum dan dari sekian kali itu kebanyakan nemuin toilet yang keadaannya belom disiram sama pengguna sebelumnya.. iyuh banget kan.. Toilet kayak gini padahal ada di dalam mall atau tempat-tempat umum di pusat kota loh gengs. Sayangnya saya gak ambil foto untuk ini, lagian jijik juga kan kalo sampe di-share? hehe

2. Susah Cari Makanan Halal

Ini salah satu yang penting ya apalagi buat kamu yang beragama islam. Jajanan pinggir jalan/street food di sana memang beragam banget, mulai dari seafood sampe jeroan pun ada, tapi sayangnya selalu ada babinya! hahahaha… Bahkan saat kamu mau coba makan di gerai fast food macem Yoshinoya, McD, KFC, dll. itu juga ada menu babinya, kalo kalian woles mungkin bisa pesan yang ayam atau ikannya, tapi buat yang gak woles pasti kepikiran babinya sepenggorengan sama menu yang kamu pilih kan ya? hahaha Kebetulan saya gak repot sampe cari resto Arab/Indonesia ya gengs, jadi woles bae lah.

hong-kong-street-food-hong-kong-cheap-eats-NWM-5
Hong Kong Street Food

Nah, ini aja sharing dari saya ya.. Kira-kira kalo dari kalian ada yang punya pendapat lainnya saat liburan ke Hong Kong? Yuk, silakan comment di bawah untuk bertukar pengalaman ya 🙂