Flirting With Tamed Elephants In Way Kambas National Park Lampung

For some of you who really want to flirt with nature, especially playing around with tamed elephants, I suggest you to come to Way Kambas National Park in Lampung. If you guys are coming from Jakarta, it’s not so draining your wallet to come to Lampung because it costs about IDR 200K by plane or about IDR 150K by bus.

Way Kambas National Park was run by government, that consists of swamp forest and lowland rain forest, mostly of secondary growth as result of extensive logging in the 1960s and 1970s. In 2016, Way Kambas was formally declared an ASEAN Heritage Park.

Processed with VSCO with g3 preset
Tamed Elephants in Way Kambas National Park – Lampung

GET IN

  • Entrance fee for domestics: IDR 12K/person/day, IDR 20K/person/day at weekends and public holidays.
  • Entrance fee for foreigners: IDR 150K/person/day, IDR 250K/person/day at weekends and public holidays.
  • Accommodation in Way Kanan IDR 250K/night without food and real toilet. This accomodation is optional if you want to stay overnight around Way Kambas.

HOW TO GET TO WAY KAMBAS

Direction below starts from Bandar Lampung to Way Kambas National Park:

  • By bus: [Alt. 1] From Raja Basa bus terminal to Way Jepara, stops at Gajah Batu, Rajabasa Lama village, then continue by taking ojek (bike) to Way Kanan or Elephants Training Center of Way Kambas.
  • By bus: [Alt. 2] From any bus terminal, take bus to Metro city, then continue taking bus from Metro to Rajabasa Lama.
  • By car: Open google maps on your smartphone for the directions then everything is going to be very clear.

I don’t recommend you to go to Way Kambas by motorcycle or bike because it is dangerous; the street crimes may be happened in unecpected time, unless you go with local people.

Processed with VSCO with c7 preset
Riding Elephants in Way Kambas National Park – Lampung
Processed with VSCO with c7 preset
Chit-chat with Elephants.. Why Not?

Overall, playing and flirting with tamed elephants directly in Way Kambas is a good idea to spend your holiday in Lampung, not always going to beaches even Lampung has some amazing oceanic views to offer.

If you guys have special request for photoshoot or filming permission, you can contact Pak Suhadak as the tour coordinator at +6282380303423 (call & Whatsapp) or email at adakspontan71@gmail.com

So.. do you have plan to visit Way Kambas? 🙂

Kashiwa Blok M – Little Tokyo di Jakarta dengan Harga serba Rp30,000!

Suka makanan khas Jepang? Atau suka sama orang-orang Jepang? Weits, gak afdol rasanya kalo kamu suka Jepang-jepangan tapi belom pernah coba makan di Kashiwa, salah satu resto di kawasan yang disebut-sebut sebagai Little Tokyo of Jakarta, Blok M.

Processed with VSCO with c7 preset
Kashiwa Japanese Restaurant, Blok M, Jakarta

Kalo biasanya kamu tau makanan khas Jepang cuma di resto sushi-sushian itu aja, berarti sekarang saatnya kamu coba ke Kashiwa. Kenapa? Gak cuma makanan khas Jepang aja yang dijual loh, tapi suasana resto ini dan pengunjungnya sendiri pun udah Jepang abis guys, tulen asli!

Processed with VSCO with c7 preset
Pintu masuk ke Kashiwa

Saya gak akan review tiap makanan yang ada di Kashiwa ini ya, karena kurang paham soal komposisinya atau pun pernak-pernik bumbunya, cuma yang jadi concern adalah keunikan dari resto ini sendiri, tau gak?

Semua makanan di sini dijual dengan harga sekitaran Rp30,000 loh! Dan gak usah kaget, pengunjung sini kebanyakan orang Jepang asli.

Kalap karena murah? Pasti! Saking murah dan enaknya semua makanan di sini + suasanya yang Jepang banget, jadi gak akan kerasa kamu pesen lagi dan pesen lagi, begitu terus sampe kamu gak sadar kalo billing udah bengkak.. wkwk

Processed with VSCO with j2 preset
Pengunjung Kashiwa

*Inget, booking tempat sebelum kamu dateng bareng pacar, gebetan, atau geng gong kamu

Soalnya, Kashiwa ini tempatnya gak gede kayak resto lain, dan kalo kamu baru pertama kali ke sini, mungkin kamu gak akan sadar sama lokasinya. Ya, mirip kalo kamu masuk resto atau tempat makan di Jepang atau Hong Kong gitu, sempit, kecil, dan padat pengunjung.

Processed with VSCO with j2 preset
Antrian dari waiting list di Kashiwa

Lokasi Kashiwa ada di: Jl. Melawai 8 No. 2A, Melawai, Jakarta Selatan

Jam buka mulai dari 17:30 WIB – 24:00 WIB.

Kashiwa
Lokasi Kashiwa
Processed with VSCO with j2 preset
Suasana ramai Kashiwa

Buat para perokok, santai, meskipun ini resto indoor tapi kamu bisa bebas melakukan pengasapan. Tapi gak tau kalo di sini ada jualan rokok juga apa enggak ya.

Makanan di sana halal? Banget. Menurut sumber terpercaya Zomato, restoran Jepang Kashiwa ini halal guys. Pas banget buat orang Indonesia yang mayoritas memeluk agama islam kan.

Processed with VSCO with j2 preset
Lengkap dengan bacaan majalah Jepang
Processed with VSCO with j2 preset
Salah satu spot makan lesehan ala Jepang di kashiwa
Processed with VSCO with j2 preset
Salah satu spot makan di kashiwa

Overall, tempat ini asik buat makan masakan khas Jepang dengan harga super terjangkau dan suasana yang Jepang abis pokoknya, dengan Rp30,000 bisa untuk hampir beli semua jenis makanan, bahkan ocha atau minumannya sendiri berkisar Rp5,000 aja.

Oh iya, yang minus itu waitress di sini agak kurang ramah sama pengunjung, kurang senyum dan pembawaannya ketus gitu, entah apa mereka kurang digaji atau emang HRD-nya salah rekrut pegawai. Untung aja makanan di sini enak banget, so saya berani ke sini lagi terlepas dari waitress yang enggak banget.

Rating: 7.8/10

Kamu udah pernah ke sini? Atau baru mau coba ke sini? Menurut kamu gimana? 🙂

Camping Tanpa Izin Di Situ Cileunca Bandung

Weekend tiba, tau lah saatnya untuk apa. Jalan-jalan! Yeah, kali ini ke tempat yang udah sangat gak asing lagi buat saya, Bandung, tempat di mana masa-masa dusta, maksiat, dan segala hingar bingar pendewasaan bermula. Oke tapi kali ini bukan bahas soal masa kelam durjana yang udah lewat, saya akan cerita soal pengalaman camping yang saya lakukan beberapa weekend lalu di Situ Cileunca, Pengalengan, Bandung; bersama sobat Instagram yang juga hobi traveling, yaitu Heri, Gerry, Irfan, dan Satria.

Situ Cileunca
Rute Menuju Situ Cileunca

Perjalanan dimulai dari Bandung dengan menggunakan motor. Kami menghabiskan waktu sekitar 2 jam (start jam 7 malam, sampai jam 9an malam) untuk bisa sampai ke Situ Cileunca. Soal rute, kayaknya gampang lah ya tinggal buka google maps dan cari Situ Cileunca, so kita pun udah bisa ke sana tanpa harus tanya-tanya orang lain lagi.

Enaknya pergi malem ya gini nih, kita masuk kawasan Situ Cileunca gak mesti bayar kayak biasanya karena penjaganya udah pada masuk rumah masing-masing, saatnya mereka bertugas menafkahi istri & anak-anak.. aw aww.

Situ Cileunca
Tenda camping kami di Situ Cileunca

Segala tenda dan perlengkapan camping, kami sewa di Green Camp Rental Camping di kawasan Cikutra, Bandung, lebih tepatnya di Jl. Gagak. Well, di sekitaran sini sebetulnya ada banyak toko rental alat outdoor dan kalian bisa pilih mau sewa di mana, cuma ya kalo saya udah cukup berlangganan sama Green Camp jadi memilih untuk setia aja.

*Kontak Green Camp: 022-2517601 atau WA: 08997898894

ALAT YANG KAMI SEWA DAN HARGA (per Agustus 2017):

  • Tenda kapasitas 2-3 orang = Rp30,000/tenda/malam
  • Tenda kapasitas 3-4 orang = Rp40,000/tenda/malam
  • Lentera = Rp15,000/malam (2 buah)
  • Sleeping Bag = Rp5,000/buah/malam
  • Matras Aluminum Foil = Rp5,000/matras/malam
  • Kompor = Rp10,000/malam
  • Gas = Rp20,000/tabung

Kondisi badan gak fit banget kali ini, tapi sebagai travel influencer panutan harus selalu siap dan bisa bawa suasana ya.. ciyeelah.. So, setelah semua perkakas tenda rampung, saya bobo manja aja, sedangkan yang lain entah ngapain di luar sana.

Well, pagi-pagi buta, suhu memang dingin banget di sini, kami bangun untuk foto-foto cantik uhlala. Here we go:

Processed with VSCO with l3 preset
Situ Cileunca dari dalam kapal
Processed with VSCO with c7 preset
Sunrise di Situ Cileunca
Processed with VSCO with c7 preset
Menyambut matahari pagi situ Cileunca

Oke, kesimpulannya karena kita dateng malem-malem gak diundang dan gak bayar pula, so gak recommended banget buat kamu ikutin perjalanan kita kek gini ya gengs. Pagi-pagi buta ketawan lah ada 2 tenda bertengger di belakang tulisan gede “SITU CILEUNCA” yang katanya gak boleh dan super terlarang banget dibuat camping, alhasil kita jadi bayar denda.. wkwk.. But, overall karena kita jalan ramean jadi oke lah dengan segala kekhilafan ini.

Processed with VSCO with c7 preset
Teletubbies Situ Cileunca, difotoin @francescology

Saran saya, udah dari sore kamu ke tempat ini dan urus segala perizinan jadi camping bisa lebih tenang dan mungkin dikasih tau tempat yang boleh dijadiin perkemahan atau enggaknya ya. So far, spot di sini oke banget kalo mau hunting foto bintang dengan gugusan galaksi yang kece banget asal gak berkabut dan cuaca mendukung.

Ada lagi spot kece lain untuk camping di Bandung selain di sini?

Tebing Koja Kandang Godzilla – Modal Rp2,000 Bisa Foto Hits Di Tangerang

Dekat dari Jakarta, Tangerang bisa jadi salah satu tempat untuk pelancongan ala-ala, terutama untuk kalian para pemain Instagram. Beberapa minggu lalu, saya dan 2 teman Instagram lainnya; Heri dan Ucha, bertandang ke Tebing Koja Kandang Godzilla, Cisoka, Tangerang.

Berbekal GoogleMaps, uang receh, dan kamera hape, gak pake malu-malu kuda kita berangkat. Lokasinya kira-kira ada di sini:

Tebing Koja
Lokasi Tebing Koja Kandang Godzilla, Tangerang

Gak perlu nanya-nanya orang lah ya, kalo kalian mau ke sini, cukup buka GoogleMaps terus ketik aja keyword “Tebing Koja Kandang Godzilla”, maka akan keluar lokasi persisnya, terus tinggal ikutin jalan deh.

Anyway, saya ke sini dengan motor dari kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, dan mengkonsumsi waktu sekitar 2 – 2,5 jam perjalanan (berangkat jam 1 siang, sampe jam 3an sore). Siapin aja masker karena sepanjang jalan akan banyak banget debu industri dan asep knalpot.

Processed with VSCO with c7 preset
View Tebing Koja dari pintu masuk

Well, tempat ini kayaknya udah cukup membahana di telinga para pemain Instagram, keliatan udah rame dan banyak pedagang ya meskipun harga masuknya juga masih muree, cukup bayar Rp2,000 untuk tiket masuk per orang. Ke sini bisa pake mobil? Bisa! aksesnya gak kayak masuk pelosok desa kok, dan area parkir juga cukup luas lah.

Processed with VSCO with c7 preset
Keramaian di Tebing Koja Kandang Godzilla

Sampe detik ini, saya masih bingung kenapa ini dinamakan kandang godzilla ya? Padahal kalo ke sini juga gak kayak kandang sih, karena sebetulnya ini rawa di bekas tambang pasir, yang sebagian lahannya ditanami padi & kangkung.

Processed with VSCO with c7 preset
Tanaman kangkung yang ditanam di Tebing Koja Kandang Godzilla

But OK, terlepas dari nama yang bikin salah fokus, kalian lebih baik ke sini saat sunrise atau sunset, karena semburat warna langit dengan cahaya yang menembus pepohonan di sekitar tempat ini bisa bikin foto makin dramatis unch unch uhlala~

Saya saranin untuk camping sebenernya sabi, cuma saya belum tau apa boleh atau enggaknya kalo camping di sini ya. Monggo ditanyakan kalo lagi main sekalian.

Processed with VSCO with l3 preset
Saung di tengah rawa Tebing Koja Kandang Godzilla

Buat kalian yang mau foto-foto, tempat ini salah satu yang recommended ya di kawasan Tangerang. Meskipun gak ngeluarin biaya yang besar, tapi hasilnya kece loh macem kota Guilin di China. Tau? *brb searching gugel dulu yha kak*

Processed with VSCO with c7 preset
Berfoto manja di rawa Tebing Koja Kandang Godzilla
Processed with VSCO with c7 preset
Pose tengil ala-ala

Masih ragu mau ke sini? Cuss yuk jangan banyak pertimbangan, ajak temen-temen buat foto kece di sini. Oh iya, sebagai traveler yang baik, kalian harus tetap mengutamakan keselamatan diri kalian ya karena ini bentuknya tebing, so akan banyak banget celah untuk jatoh dari ketinggian, don’t forget juga buat jaga kebersihan lingkungan sekitar ya! See you again in other stories.

Any comment? Ketik aja di kolom bawah ya 🙂

Demi Instagram, Nekat Masuk Hutan Mangrove Terlarang Di Jakarta

Beberapa minggu lalu di saat suasana bulan puasa ramadhan masih hangat-hangatnya, saya dan beberapa sohib travel Instagram seperti Jare, Nana, Roosmita, dan Irfan mengagendakan untuk ngabuburit dan foto ala-ala selebgram traveling ke kawasan hutan mangrove di Jakarta Utara. Bukan sok anti mainstream, tapi ini hutan mangrove memang bukan seperti yang selama ini dikunjungi khalayak ramai, melainkan kawasan konservasi yang sudah ditutup untuk publik.

Tempat ini bernama Suaka Margasatwa Muara Angke.

Lokasi
Peta lokasi menggunakan GoogleMaps

Lokasinya berada di Jl. Pantai Indah Utara 2, persis di depan komplek pertokoan Galeri Niaga Mediterania II. Kalo kamu ke sini, keliatan banget tempat ini udah ditutup dan gak dibuka untuk umum lagi. Beda banget suasananya dibanding tempat wisata mangrove lainnya yang ada di kawasan Pantai Indah Kapuk. Di sini, baru masuk udah berasa sepinya dan usang, so ini semacam tempat terlarang gitu deh.

Processed with VSCO with c7 preset
Lokasi yang sudah tidak dibukan untuk umum

Untuk menelusuri jalan kayu sampai ke dalam, kami harus melompati gerbang yang sebetulnya udah digembok, gak boleh ada orang masuk, tapi ya karena tempat ini sepi juga dan gak ada orang yang jaga maka kami nekat aja lompat untuk masuk ke dalam.

Processed with VSCO with c7 preset
Gerbang yang sudah dikunci gembok, no entrance!
Processed with VSCO with c7 preset
Lompat pagar aja yuk

Karena niatnya foto-foto untuk Instagram, maka terjadilah petualangan manja ala-ala. Muter-muter nyari spot yang kalo diedit bisa jadi dramatis “katanya”.. wkwk

Sejujurnya karena tempat ini sepi banget ya dan gak ada orang lain selain kita, maka asik buat foto-foto, yang paling gak enak adalah karena sepi dan usangnya tempat ini sejak ditutup dari publik, tempatnya jadi banyak nyamuk dan serangga lainnya, bahkan beberapa cabang pohon ada yang tumbang menutupi jalan. Entah di kemudian hari tempat ini akan dijadikan apa.

Oh iya, ini beberapa hasil ngabuburit kami selama ada di hutan mangrove terlarang:

Processed with VSCO with c7 preset
Raisa & Hamish
Processed with VSCO with c7 preset
Candid ala-ala
IMG_9518
Bukan Pre-wedding guys
Processed with VSCO with c7 preset
Raisa hilang arah tujuan hidup
Processed with VSCO with c7 preset
Behind the scenes

Sebagai salah satu “Travel Influencer” di Indonesia Raya ini, harusnya masuk tempat yang sudah ditutup untuk umum tanpa izin adalah kesalahan besar. I personally feel sorry about this and I hope you guys do not follow the same way like we just did.

Cuma gara-gara Instagram sampe kayak gini. Menurut kalian gimana?

Pengalaman Trip 1 Malam Di Nusa Penida Bali

Banyak orang tau Bali, mulai dari penduduk domestik sampai turis mancanegara. Salah satu pulau terkenal di Indonesia yang sangat mendunia namanya dalam bidang pariwisata ini, siapa sangka kalau Bali itu ternyata masih punya juga tempat-tempat yang belum banyak terjamah wisatawan, salah satunya di Nusa Penida.

Akhir April 2017, saya pelesiran ke Bali, tapi tujuan utamanya adalah ke Nusa Penida ini, bukan hura-hura di pulau Balinya.. haha Padahal ini juga baru pertama kalinya kaki saya menginjak tanah Bali. Oke, begini cara saya menikmati sisi lain pulau Bali yang mengesankan dengan 1 malam aja di Nusa Penida:

I. HARI PERTAMA

Pagi-pagi banget sekitar jam 7, harus udah sampe di pantai Sanur untuk beli tiket speedboat menuju Nusa Penida. Pembelian tiket bisa dilakukan di counter-counter berbentuk tenda gitu di pinggir pantai ya, ada banyak banget counter-nya dengan berbagai merk kapal. Harga? Berkisar Rp75,000 – Rp100,000 per sekali jalan.

Processed with VSCO with c7 preset
Counter Tiket Speedboat Menuju Nusa Penida di Pantai Sanur, Bali

Biar lebih aman, kamu harus booking tiket dulu supaya dapet seat-nya, karena ternyata biasa cepat habis karena diborong sama tour agency.

Processed with VSCO with c7 preset
Kapal-kapal di Pantai Sanur Siap untuk Menyebrang ke Nusa Penida

Oh iya, saya nyebrang ke Nusa Penida naik kapal Dwi Manunggal dengan harga Rp100,000 per sekali jalan ya, terbilang mahal karena di kapal lain seperti Maruti, Mola-Mola, Idola, dll. itu harganya Rp75,000 aja, tapi apa daya karena semua habis makanya naik yang ada aja biar ga buang waktu.

*Tiap merk kapal berhenti di dermaga yang berbeda di Nusa Penidanya

30-45 menit perjalanan saya naik kapal Dwi Manunggal ke Nusa Penida. Pemberhentian kapal ini di dermaga Toyapakeh dan waktu sudah menunjukkan jam 9 pagi. Kalau kamu naik kapal lain, siap-siap aja karena mungkin dermaga kita gak akan sama.. hahaha.. Lanjut, Selepas turun dari dermaga, maka di depan mata udah banyak banget motor-motor yang siap untuk disewakan, tanpa pikir panjang langsung aja kita pilih motor untuk segera cus ke tempat penginapan supaya bisa cepet-cepet explore.

Processed with VSCO with c7 preset
Dermaga Toyapakeh, Banyak Penyewaan Motor

**Untuk sewa motor dari dermaga Toyapakeh bisa hubungi Pak Made di 085338229344

Penginapan yang saya tempati di Nusa Penida ini berlokasi di desa Ped, tepatnya di dekat SDN 01 Ped. Saya memilih tempat ini karena harganya murah dibanding penginapan homestay lainnya, hanya Rp200,000/malam dan bisa ditinggali 3-4 orang, lokasinya juga di pinggir jalan persis, tidak jauh dari dermaga (sekitar 2KM) dan cukup berada di tengah pulau, so gak masalah kalo mau meng-explore sisi timur & barat pulau Nusa Penida ini.

Processed with VSCO with c7 preset
Penginapan di Nusa Penida

Lebih oke lagi kalo kamar di tempat yang saya tinggali bersih banget, ada TV, kamar mandi dalam, kipas angin, lemari, jendela kamar, teras, dan lahan parkir motor. Ibu pemilik penginapan ini juga ramah dan beliau buka toko kelontong di rumahnya, jadi kalo mau dibuatin makanan tinggal bilang ke si ibunya aja.. hehe

***Tidak ada plang nama penginapan untuk homestay ini ya, masih baru, kalau mau booking dan tanya detail alamatnya bisa hubungi Ibu Rini di 08123911804

Next, setelah menaruh barang bawaan di penginapan, lanjutlah saya dan 2 orang teman saya ke arah timur untuk explore.

Destinasi di hari pertama ini adalah:

  • Pantai Atuh
  • Rumah Pohon, Pulau Seribu
  • Pantai Suwehan

PANTAI ATUH

Ini kayaknya jadi titik destinasi terjauh di ujung timur Nusa Penida. Percayalah, pantai ini punya daya tarik sendiri dengan warna biru lautnya yang super duper kece! Pasirnya putih dan dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi.

Processed with VSCO with c7 preset
Pantai Atuh dari Sisi Atas Tebing
Processed with VSCO with c7 preset
Pantai Atuh, Nusa Penida – Bali

Akses jalan ke sini cukup bagus sih ya, cuma ada beberapa titik yang mungkin harus lebih berhati-hati karena kontur tanah/jalan yang agak curam dan berpasir.

****Sangat dianjurkan pake motor untuk eksplor di sini, dan better untuk sewa masing-masing, karena kalo boncengan resiko ban bocor karena jalanan masih banyak yang jelek dan gak kuat nanjak

RUMAH POHON, PULAU SERIBU

Letak tempat ini sebetulnya masih di sekitaran pantai Atuh, persis sekitar 200 meter sebelum masuk ke parkiran ada pertigaan tinggal lurus aja untuk ke rumah pohon, kalo ke pantai Atuhnya kan belok kiri. Di sini sebetulnya cuma ada beberapa rumah kayu yang ada di pohon aja, fungsinya ya buat disewain gitu, tapi kalo buat foto-foto doang boleh juga sih. Pemandangan yang didapat dari spot ini kece banget bro bri!

Processed with VSCO with c7 preset
View Dari Atas Tebing Pulau Seribu
Processed with VSCO with c7 preset
Rumah Pohon di Pulau Seribu

PANTAI SUWEHAN

30 menit waktu tempuh ke pantai ini dari Rumah Pohon ke arah selatan, semakin menjauh. Pantai ini cenderung sepi, bagus banget mungkin kalo siang hari, sayangnya kita sampe sini udah agak sore jadi gak keliatan biru lautnya, tapi tetep oke lah. In case kamu mau samain itinerary kayak saya, pastikan untuk tidak berlama-lama di Pantai Atuh ya.. hahaha biar dapet matahari juga di Suwehan.

Processed with VSCO with c7 preset
Tebing di Pantai Suwehan
Processed with VSCO with c7 preset
Spot Foto Hits di Pantai Suwehan

Note: Pastikan kamu punya energi lebih dan kondisi badan yang mumpuni untuk ke pantai Suwehan karena di sini kamu harus menuruni tebing yang tingginya mungkin jauh lebih tinggi dari gedung tertinggi di Indonesia Raya.

II. HARI KEDUA

Di hari kedua setelah bermalam di pulau ini, saya menentukan untuk melakukan eksplor ke arah barat, lebih dekat dengan homestay tempat saya dan temen-temen menginap dan juga dekat sama dermaga pastinya. Oke, tujuan hari ini adalah:

  • Pantai Pasih Uud (The Broken Beach)
  • Angel’s Billabong
  • Pantai Kelingking

PANTAI PASIH UUD (THE BROKEN BEACH)

Well, pantai ini namanya udah harum banget di Instagram ya, so bukan tempat tersembunyi lagi dan di sini udah banyak banget turis berdatangan. Waktu yang tepat kalo mau berkunjung ke sini adalah di bawah jam 10 pagi waktu setempat, karena masih sepi, sisanya udah kayak pasar.

Processed with VSCO with c7 preset
Pantai Pasih Uug (The Broken Beach)

*****Gak usah takut salah jalan karena google maps udah bisa memetakan lokasi di Nusa Penida ini dengan sangat akurat

ANGEL’S BILLABONG

Nah, masih di satu lokasi yang sama dengan broken beach, kamu tinggal jalan aja lebih dalem lagi ikutin petunjuk untuk bisa sampe ke Angel’s Billabong. Remember, tempat ini macem kolam di pinggir laut persis, so pemandangannya bagus banget tapi juga bahaya banget kalo kamu berenang terlalu lama karena ombak besar bisa dateng kapan aja gak bisa diprediksi. But, kalo mau renang aman damai kamu bisa coba di jam-jam pagi ya.

Processed with VSCO with c7 preset
Beach Pool di Angel’s Billabong

PANTAI KELINGKING

Dulu sejak tau pantai ini dari salah satu fotografer asal Bali di Instagram, tempatnya menantang abis, cuma pas saya ke sini udah mulai banyak dipagar dan diberi akses jalan yang layak. Ini bagus, tapi jadi sangat turistik untuk petualang kek saya ini, haha.. Eh iya, ke sini pas siang-siang harus siaga sunblock super SPF yah! Sumpah matahari di Nusa Penida ini jahat banget 😦

Processed with VSCO with c7 preset
Pantai Kelingking yang Melegenda

Selesai dari pantai Kelingking ini, saya menyudahi petualangan di Nusa Penida dan lanjut ke Bali untuk explore bareng temen-temen Instagram lainnya. Kurang? IYA KURANG BANGET waktunya untuk eksplor hanya dengan semalam aja, but hey.. cuma semalem saya bisa dapet 6 spot foto kece loh! hahahaha Worth to try lah ya, kalo kamu bisa manage waktu lebih baik mungkin bisa dapet spot lebih banyak lagi.

******Siapkan uang cash berlebih ya, you know ATM di sini sangat terbatas!

Udah siap ke Nusa Penida?

4 Alasan Kenapa Kamu Harus Ke Pantai Gigi Hiu Lampung

Akhir Maret 2017 lalu, kegiatan gue padet banget sama agenda ke luar kota, mulai dari kondangan, training dari kantor, sampe akhirnya liburan super singkat ke Lampung. Banyak yang tanya kalo di Lampung itu ada tempat wisata apa? Oke, salah satu tujuan gue ke Lampung adalah mengunjungi pantai Gigi Hiu di kawasan Tenggamus.

Kenapa sih mau ke Pantai Gigi Hiu? Emang terkenal ya? Di sebelah mananya Lampung? Aksesnya lewat mana? Well, mungkin ini 4 alasan gue kenapa mau menapakkan kaki ke Pantai Gigi Hiu pas gue liburan singkat ke Lampung, here we go:

I. Tempat Para Petualang Sejati

Gimana gak petualang coba? Buat yang udah pernah ke sini pasti ngerasain gimana susahnya untuk menuju ke Pantai Gigi Hiu, dengan lokasi yang cukup jauh dari Bandar Lampung (sekitar 3-4 jam perjalanan dengan motor), akses yang sulit karena hampir di sepanjang jalan menuju pantai ini sangat rusak & bergejolak, ditambah lagi belum ada plang/papan petunjuk arah menuju lokasi, bro! Google Maps? Gak mempan, bahkan nanya orang lokal aja belum tentu tau pantai ini, karena pantai ini punya banyak versi nama ya, mulai dari Gigi Hiu, Batu Layar, Pegadungan, dll. Nah, buat lo yang gak manja, punya jiwa petualang yang tinggi dan mau coba ke sini bisa ikutin petunjuk rinci yang ada di blog temen gue di sini ya.

II. Pemandangan Yang Luar Biasa Kece

Kece? IYA BANGET! Sampe sini meski udah ngalamin jalan begajulan tapi sama sekali gak nyesel deh. Air laut di pantai ini biru dengan gradasi warna yang sangat memanjakan mata ditambah batu karang besar yang ada di pesisir laut menambah eksotisme dari pantai Gigi Hiu ini, loh gengs! Ini contoh dari foto-foto kece yang diambil sama temen gue, Handri, di pantai Gigi Hiu Lampung:

IMG_5985
Pemandangan Batu Karang di Pantai Gigi Hiu, Lampung
IMG_5671
Sisi pantai sebelum menuju Karang Gigi Hiu
DCIM100GOPROGOPR0656.
Penampakan Pantai Gigi Hiu dengan menggunakan GoPro

Mungkin itu cuma foto ya gengs, tapi kalo ke sana langsung dan liat dengan mata kepala sendiri bagusnya lebih parah deh ya.. Ajib! Karena jalan-jalan itu bukan sekedar hahahihi, tapi lebih dari itu kita banyak belajar dari pengalaman dan selalu bersyukur.

III. Belum Banyak Dikunjungi Wisatawan

Memang ya, latar pantai ini udah masuk dalam salah satu film nasional Indonesia, udah banyak juga masuk dalam foto kalender dan iklan pariwisata Indonesia lainnya, tapi meski gitu masih banyak juga yang belum berkunjung ke sini kok, orang Lampung asli aja belum tentu tau nama atau tau jalan ke pantai ini gengs.

IV. Memicu Adrenalin

Struktur dari pantai ini merupakan batu-batu karang besar, anginnya kencang, dan ombak di sini pun sangat besar sehingga pantai Gigi hiu ini bukan merupakan pantai dengan pasir putih cantik ya. So, untuk dapet foto kece di sini kita harus naik/manjat ke batu karang besar tersebut. Siap-siap aja perasaan merinding takut jatoh atau tiba-tiba batunya runtuh kan cukup bahaya ya, belom lagi kita gak akan pernah tau kapan air akan pasang, jadi jangan sampe nantinya kalian ke sini terus asik foto-foto di karang dan tiba-tiba airnya pasang.. Gak bisa balik lagi deh ke daratan kecuali nunggu surut lagi.

DCIM100GOPROGOPR0765.
Foto bersama IG-ers Lampung yang baik hati menemani saya ke pantai Gigi Hiu
IMG_6002
Berpose di atas batu karang besar

So, setelah membaca 4 alasan ini, makin tertarik kah lo semua untuk menuju pantai Gigi Hiu di Lampung ini? Atau malah sebaliknya? HAHAHA

Ada pertanyaan atau komen seputar pantai Gigi Hiu? Yuk ah komen di bawah ini ya! 🙂