How To Get To Gubei Water Town from Beijing

As this place is just about 120 KM away from Beijing, there are several options that can take you to Gubei Water Town easily. Here we go:

Option 1: Taking bus from Dongzhimen Station to Gubeikou Station

If you are already in Beijing, make sure to take the bus from Dongzhimen Station. You can reach the station by taking taxi, online taxi (DiDi app), or subway line 13. After you arrive at Dongzhimen Station, take 980 Express bus to Miyun Bus Station, then continue taking Mi 25 bus to Gubeikou Station. Detail as below:

how to get to gubei water town

This trip may takes time about 3 hours (one-way).

Option 2: Direct Taxi to Gubei Water Town

You can take taxi or online taxi from DiDi apps wherever you are in Beijing, it may takes about 1 hour to 2 hours trip. The fares might be different, it depends on the distance. In my case, I took taxi directly once I arrived at Beijing International Airport and it did cost CNY 500.

Option 3: Self-drive from Beijing to Gubei Water Town

This is the easiest way to get to Gubei Water Town from Beijing or wherever you are in mainland China, but only if you own a car or at least–you rent a car.

_________

ADDITIONAL INFORMATION ABOUT GUBEI WATER TOWN

Located in Gubeikou Town in Beijing’s Miyun County, Gubei Water Town encompassesthe gorgeous Mandarin Duck Lake Reservoir and is just next to the most perilous and majestic section of the Great Wall known as The Simatai Great Wall. Gubei Water Town has a rich mix of mountains, ancient villages, and water making it the ‘Wuhzen in Beijing’.

One noticeable thing about this town is its old-fashioned elegance and simplicity. Old quartzite streets, rows upon rows of houses and long Hutong’s show the features and style of the town. You will find river channels scattered between the streets. During the night, Gubei Water Town presents a cosy and tranquil atmosphere.

Apart from sightseeing, tourists can also take part in native activities and experience local customs. Visitors can also see the Carts, the Plum Stakes, or watch a performance of martial arts. At the ever-lively Eight Banners Guild Hall, you get to learn the customs and traditions of Gubei Pass. — https://orange-transfer.com/

Saat Impian Jadi Kenyataan: Bisa Pergi Ke Jepang Gak Perlu Bawa Uang!

Dulu nih tiap hari minggu pagi, di umur gue yang masih kecil, tontonan kartun-kartun Jepang di TV selalu jadi sarapan utama gue. YAAK! Ketawan kan umur gue sekarang berapa.. wkwk anak 90an cuy! But, percaya deh kalo tiap anak generasi 90an pasti ngerasain hal yang sama juga. Sampe akhirnya kebanyakan kita-kita nih punya impian untuk pergi ke Jepang.

Soal kartun yang gue tonton, sebut aja Doraemon. Robot kucing yang datang dari abad ke-22 ini bisa dibilang jadi salah satu penyebab impian gue buat pergi ke Jepang karena doi selalu muncul dengan solusi serba berteknologi canggih, yang pastinya belum ada tuh alat-alat Doraemon di tahun 90an kan, sejauh yang gue pikir waktu itu adalah: WAGELAASEEH, JEPANG KEREN BANGET GUE PENGEN KE SANA!

Foto di pinggir terminal bus Takayama, Jepang

BUKAN CUMA NEGERI SAKURA, JEPANG JUGA NEGERI MASA DEPAN

Belasan tahun lamanya memendam rasa penasaran gue sama Jepang pun karena tontonan Doraemon itu akhirnya terjawab sudah. Akhir September 2018 lalu gue berkesempatan pergi ke Jepang untuk ngeliat dengan mata sendiri keadaan di sana kayak apa. Dan kesan gue selama 24 jam pertama di Jepang: AMAZING BRO!

Jalan yang teduh di Hakone saat musim gugur

Gimana gak amazing gue bilang, bayangin aja ya semua transportasi di sana super cepat, tepat waktu, tertata rapih, dan saling terhubung satu dengan yang lainnya (bus, kereta komuter, subway), penduduk sana pun sangat welcome dengan turis-turis yang berkunjung ke negara mereka. Padahal selama ini, media-media lebih banyak mengumbar keindahan alam Jepang itu sendiri kayak gunung fuji dan bunga sakura.

Nah, buat yang pernah ke Jepang juga pasti ngerasain kan gimana ramahnya berinteraksi dengan penduduk sana, ditambah kecenya teknologi super canggih yang rasanya kita udah tinggal di masa depan, di mana toilet aja punya banyak tombol dengan berbagai fungsi kayak buat menghangatkan lah, ada lagu-lagu biar buang airnya gak kedengaran tetangga, belom lagi hampir tiap jalan ada macem-macem vending machine buat jajan. Yang paling kece lagi adalah beberapa tempat udah pake ROBOT buat ngelayanin pembeli yang dateng ke tokonya, dan masih banyak kecanggihan lainnya.

SO FUTURISTIC!

Mesin tiket transportasi di Jepang sudah menggunakan self-service

Hampir semua toilet di Jepang punya banyak tombol seperti ini

GAK BAWA UANG, TAPI BISA PERGI KE JEPANG

Dengan teknologi di Jepang yang super canggih gue ceritain itu, gak heran kalo biaya hidup di sana cukup tinggi. Barang-barang bahkan sampe harga makanan pun mahal banget bos!

Wait, gak usah panik. Buat trip ke Jepang ini, gue bisa kasih tips #Jalan2Jenius di mana lo gak perlu khawatir untuk jalan dari Indonesia ke luar negeri dan bahkan gak perlu bawa uang sama sekali. KOK BISA SIH?!

Nah, ini ceritanya gue pake kartu Jenius dari bank BTPN. Buat yang belum tau apa itu Jenius, adalah aplikasi perbankan dengan bentuk kartu debit VISA buat ngelakuin berbagai aktivitas keuangan seperti nabung atau transaksi, yang bisa dikontrol langsung dari smartphone masing-masing. Pokoknya mah ini bikin ngatur keuangan lebih simple dan yang pasti sangat aman.

Pake Jenius untuk aktivitas perbankan yang kekinian

Dari Jenius sendiri, gue biasa pake 2 fitur buat traveling:

  • Kartu debit VISA

Dengan kartu ini, kita para pengguna Jenius bisa dengan leluasa pake kartunya buat transaksi di ATM negara mana pun yang berlogo VISA, gak perlu registrasi atau daftar-daftar lagi lah, ditambah lagi rate-nya itu oke banget buat traveler yang mungkin gak megang banyak budget.

  • Dream Saver

Fitur ini, memungkinkan untuk debet otomatis dari rekening kita buat ditabung sesuai dengan tujuan tabungan itu sendiri yang udah kita set, yah kalo gue buat mewujudkan mimpi dari kecil untuk ke Jepang sih. Sampai waktunya tiba untuk berangkat, tabungan ini udah siap untuk dipake yah. Aselikk praktis banget dan GAK ADA biaya admin bulanan!

See? Dengan pake kartu Jenius aja gue udah bisa jalan ke Jepang, planning dari jauh-jauh hari pake fitur Dream Saver, terus di sana bisa langsung tarik debit di ATM berlogo VISA. Gak perlu lagi deh kalo jalan ke luar negeri bawa uang cash, apalagi ribet ngurus tuker uang, udah cocok lah kalo gini ceritanya ke Jepang yang notabene negara dengan teknologi canggih, kitanya yang berkunjung juga udah canggih.. HAHAHA

BELAJAR BANYAK DARI JEPANG

Sebagai anak muda Indonesia yang biasa-biasa aja, gue termasuk yang melek teknologi dan penuh dengan rasa ingin tau & keinginan untuk mencoba hal-hal baru, gue belajar banyak dari Jepang ini ya, gak cuma jalan ke sana ke mari ngabisin duit banyak.

Orang-orang yang tertib dan super friendly ke turis-turis jadi daya Tarik sendiri di Jepang, gue rasa gue sendiri bisa nerapin ini ke diri gue di Indonesia yang sebenernya udah ramah juga karakternya, tinggal poles dikit lagi aja udah makin jadi.

Foto bareng penduduk lokal Jepang di Shirakawa-go

Disana, semua penduduknya taat aturan dan rapih ke mana-mana, ya di sini mungkin agak berbeda, tapi dengan dimulai dari diri sendiri juga, sangat memungkinkan untuk menginspirasi yang lainnya.

Kalo kata orang di Jepang itu harganya pada mahal-mahal, itu benar adanya, tapi bukan berarti gue mesti bawa duit satu  ditambah lagi jalan-jalan gak ribet pake kartu Jenius, makin terasa mudah ke mana pun kita jalan.

Nyobain pake Yukata di Hirayu Onsen, Jepang

Ada yang pernah juga jalan-jalan pake kartu Jenius? Share dong pengalaman kalian 🙂

Malu Tapi Mau, Ini Pengalaman Bugil Bareng Di Onsen Jepang

Onsen (温泉) adalah istilah bahasa Jepang untuk sumber air panas dan tempat mandi berendam dengan air panas yang keluar dari perut bumi. – Wikipedia.

Tiap denger tentang trip ke Jepang, bayangan di otak gue selalu kepikiran soal onsen! Hahaha.. Mau coba, tapi malu karena katanya bugil-bugilan bareng, kalo gak coba kayak nyesel aja gitu udah jauh-jauh jalan ke Jepang tapi gak coba aktivitas yang khas di sana, mandi bareng ala ala onsen.

Oke, akhir September 2018 lalu, gue kebetulan punya kesempatan untuk berkunjung ke negeri sakura tersebut, dan salah satu destinasi gue di sana adalah ke Hirayu Onsen, sebuah kota kecil yang jadi salah satu pusat onsen di Jepang.

*Gak cuma Hirayu Onsen ya, di Jepang, hampir setiap kota di kawasan pegunungannya punya tempat onsen

Buat yang mau tau di mana itu Hirayu Onsen, kira-kira lokasinya di sini:

Hirayu Onsen - Map
Hirayu Onsen Map

CARA MENUJU HIRAYU ONSEN DARI TOKYO:

Hirayu Onsen - Opsi 1

Total Duration   : 4h 4m

Est. Total Costs  : 1,550,000 (tanpa JR Pass); 400,000 (dengan JR Pass)

**Seberapa perlu pake JR Pass di Jepang? Baca di sini!

Hirayu Onsen - Opsi 2

Total Duration   : 4h 59m

Est. Total Costs  : 505,000

DI MANA BISA MANDI BARENG DI HIRAYU ONSEN?

Well, hampir setiap penginapan di sini punya tempat onsen masing-masing, ada yang buat public maupun yang private, termasuk juga onsen yang indoor ataupun yang outdoor. Bebas lebih suka yang mana.

Kalo gue sendiri waktu itu nginep di Tsuyukusa, klik di sini untuk reservasi.

Processed with VSCO with c7 preset
Tsuyukusa Hotel | Source: google.com

RASANYA MANDI BARENG DI ONSEN

Gak perlu mikir panjang, karena ini salah satu pusat onsen di Jepang, gue beserta temen-temen tim gue di trip ini langsung coba onsen barengan!

Processed with VSCO with j2 preset
Onsen Indoor di Tsuyukusa Hotel

Processed with VSCO with j2 preset
Onsen Outdoor di Tsuyukusa Hotel

Pagi-pagi, suhu masih dingin banget sekitar 15-17°C (maklum ini udah masuk itungan musim gugur), kita pilih onsen outdoor private dengan alasan gak mau gabung sama orang lain, dan gak mau malu juga tampil polosan (alias bugil) depan orang asing. Ya you know lah kalo sama geng sendiri kan bisa lebih bebas & pasti rusuh banget kan kita anaknya.. wkwk.. Takut ganggu yang lain coy!

Kalo ngikutin tata cara mandi di onsen yang bener:

  1. Masuk tempat onsen-nya, lepas seluruh pakaian, tanpa kecuali
  2. Bilas badan sampai bersih di kursi kecil yang udah disiapin, nah di sini sebenernya kayak mandi biasa aja, ada sabun dan shampoo
  3. Setelah bilas bersih, masuk ke bak onsen dengan badan utuh! (bugil, gak boleh nutupin apapun dari badan dengan handuk atau bahan lainnya)
  4. Berendam dalam damai, gak berisik, gak masukin kepala ke air. Pokoknya rendem badan aja lah.

PADA KENYATAANNYA, tetep ya ceu.. Kita semua juga masih malu-malu kucing meskipun udah sama geng sendiri, akhirnya kita masuk ruang onsen, buka baju dan celana, kemudian memutuskan untuk tidak BUGIL (cuma pake celana dalam doang) & langsung nyemplung ke bak onsen-nya tanpa bilas! HAHAHAHA GOBLOK

(siap-siap ditabok netizen karena isi blog beda sama judul 😦)

Processed with VSCO with c7 preset
Onsen Outdoor di Tsuyukusa (ki-ka: Heri, Angga, Bayu, Doni)

Processed with VSCO with c7 preset
Onsen Outdoor di Tsuyukusa

Sebetulnya, onsen ini sama aja kayak pemandian air panas yang ada di Ciater-Subang, atau tempat pemandian air panas lainnya di Indonesia ya, cuma bedanya kalo onsen di Jepang ini berendamnya harus bilasan dulu dan harus bugil, sekali lagi.. SEMUA ONSEN DI JEPANG HARUS BUGIL! Sorry not sorry deh ya kalo ternyata pada kenyataannya kita coba onsen private tapi masih belom berani bugil juga.. hehe

PS. Next time gue balik Jepang lagi, mau sendirian aja, terus coba onsen lagi yang BENER-BENER onsen!

Budget Rp6 Jutaan, Lo Bisa Explore Jepang. ALL IN!

Nah, belakangan ini gue ke Jepang (September 2018), biasa.. bareng temen-temen Instagram gue. Soal itinerary lengkap mungkin bisa gue bahas nanti ya karena panjang banget, super random tapi tetep MENYENANGKAN! YEAHHH.. Well, it’s fresh! Gue mau share soal perjalanan gue ke Jepang yang bisa banget jadi acuan lo yang berencana ke sini dengan budget super minim. Cuma Rp6 jutaan lo bisa explore Jepang, ALL IN pula!

*Ini bukan itinerary lengkap gue selama di sana, tapi ada beberapa kota yang bisa lo jadiin referensi ala backpacker minim budget

Oke, here we go!

I. CARI TIKET PROMO

Di sini, biasanya yang suka ngasih promo gila-gilaan adalah maskapai AirAsia. Berangkat langsung dari Jakarta (CGK) ke Tokyo Narita (NRT). Gue dapet harga tiket PP Rp2,770,000 per orang.

Tiket Jepang PP
Bukti Pembelian Tiket PP CGK – NRT (untuk 2 orang)

Untuk tips dapetin tiket promo bisa gue bahas nanti ya.

II. SUSUN ITINERARY SINGKAT

Karena budget cuma Rp6 jutaan buat explore Jepang dan pengen ALL IN, jadi mari kita susun itin singkat yang gak terlalu jauh dari Tokyo. Di sini, gue susun itin Tokyo – Hakone – Fuji Kawaguchiko – Tokyo.

**Anyway, itin ini berlaku hanya untuk 4 hari 3 malam di Jepang (4D3N), kalo lo berencana mau stay lebih lama, mungkin biayanya bisa lebih dari Rp6 jutaan ya.. hehe

  • Day 1 (TOKYO – HAKONE)

Sampe di Tokyo Narita, biasanya pagi hari jam 9an naik maskapai AirAsia, karena penerbangan dari Jakarta biasa jam 12 malem dengan waktu perjalanan 7 jam (perbedaan waktu Jakarta – Tokyo, 2 jam).

Di sini, lo langsung menuju Hakone, gak perlu stay di Tokyo dulu. Caranya:

Pertama, dari Bandara Narita, naik JR Bus Kanto menuju Tokyo Station. Waktu tempuh sekitar 75 menit dengan harga tiketnya sekitar ¥1,000.

Kemudian, dari Tokyo Station naik KRL Chuo Line ke Shinjuku Station sekitar ¥200, kemudian lanjut naik Odakyu Romancecar menuju Hakone Yumoto (seat booking ¥1090 + tiket ¥1190). Waktu tempuh sekitar 2 jam.

Lo bisa deh cari hostel di sekitaran Hakone Yumoto Station, kalo gue waktu itu nginep semalem di Guesthouse Azito, harganya ¥4,500/orang/malam, bisa jalan kaki dari stasiunnya jadi gampang ke mana-mana juga.

Spot foto kece di Hakone: Hakone Shrine, Lake Ashi, dll. (menuju sini bisa naik bus dari Hakone Yumoto Station – Hakone Shrine, harga ¥1,140 dengan waktu tempuh sekitar 60 menit)

Total pengeluaran Day 1: ¥8,920 (diluar konsumsi pribadi)

  • Day 2 (HAKONE SHRINE – KAWAGUCHIKO)

Gak ada bus langsung dari Hakone Shrine ke Kawaguchiko, so, kita lanjut perjalanan  (jalan kaki 25 menit) ke Togendai Station, dari sini lanjut menuju Kawaguchiko Station dengan bus, tarif sekitar ¥1,020 selama kurang lebih 65 menit perjalanan. Gue di Kawaguchiko stay di Asobi Factory Hostel, rate-nya ¥3,000/orang/malam.

Spot foto kece di Kawaguchiko: Mt. Fuji, Kawaguchiko Lake, Shikkogo Park, dll.

Total pengeluaran Day 2: ¥4,020 (diluar konsumsi pribadi)

  • Day 3 (KAWAGUCHIKO – TOKYO)

Rute ini gak ada di itinerary gue sebenernya, karena setelah dari Kawaguchiko gue  langsung cabut ke Hirayu Onsen. But OK, dengan budget Rp6 jutaan doang udah bisa explore Jepang jadi mau gak mau harus balik Tokyo ya.. hehe

Dari Kawaguchiko Station, naik ada 2 pilihan menuju Tokyo Station; JR Bus Kanto atau Fujikyu Bus. Untuk tarif gak beda, sekitar ¥2,100 dengan waktu tempuh selama 2 jam perjalanan.

Saran gue buat stay di sini bisa di hostel Seven Garden, Tokyo Ginza BAY HOTEL, Khaosan World Asakusa Ryokan & Hostel, The Share Hotels Lyuro Tokyo Kiyosumi. Mereka punya rate sekitar ¥4,000/orang/malam.

Spot foto kece di Tokyo: Tokyo Tower, Tokyo Skytree, Shibuya, Harajuku, Senso-ji Temple, Meiji Shrine, dll.

Total pengeluaran Day 3: ¥6,100 (diluar konsumsi pribadi)

  • Day 4

Ini hari terakhir dan lo mesti balik ke Jakarta. Rute termurah menuju bandara Narita dari Tokyo Station adalah dengan bus, ada 2 pilihan: JR Bus Kanto & Keisei Bus.

Gue sendiri prefer naik Keisei bus karena tarifnya fix ¥1,000. Beda lagi kalo pake yang JR Bus Kanto karena ini pake argo, rentang tarifnya antara ¥1,000 – ¥2,000. Kedua bus ini sama-sama menghabiskan waktu 90 menit perjalanan.

Total pengeluaran Day 4: ¥1,000 (diluar konsumsi pribadi)

SUMMARY

Yak, buat kalian yang males baca detailnya ini gue kasih ringkasan dalam bentuk tabel:

itin-jepang-6-juta2.jpg
Tabel Itinerary Jepang – 6 Jutaan

PS. Karena itinerary ini gak jauh-jauh dari kota Tokyo, maka gak perlu deh beli JR Pass. Naik bus di sana langsung lebih murah juga soalnya. Soal budget, mungkin bisa lebih dari 6 jutaan kalo lo hedon beli makanan di resto-resto atau beliin oleh-oleh.

Nah, lengkap sudah sharing gue soal budget buat ke Jepang. Gak perlu mahal sih, cuma 6 jutaan aja lo udah bisa explore Jepang, all in pula! YEAY.. SELAMAT BERLIBUR KE JEPANG! 🙂