Ini 4 Rahasia Kulit Tetap Putih Walau Sering Traveling

Di luar sana, banyak banget orang yang suka traveling, meskipun gak keliatan banget dari akun Instagramnya, bener? Eh tapi tau kah kalian, kalo ternyata kebanyakan orang-orang ini punya ketakutan yang sama, yaitu TAKUT KULIT GOSONG kalo sering traveling. Gak sedikit loh yang bertanya ke saya via Direct Message (DM) di Instagram soal rahasia kulit saya yang tetap putih bersih dan permai ini padahal sukanya main outdoor.. Unch unch.. Hahaha! Oke, ini tips & sharing ya 4 rahasia kulit putih saya walau sering traveling:

I. PAKAI JAKET ATAU BAJU LENGAN PANJANG SAAT BEPERGIAN

Processed with VSCO with c7 preset
Source: http://www.worldofwanderlust.com/

Gak cuma berfungsi menghalangi sentuhan sinar matahari ke kulit, baju lengan panjang ataupun jaket yang kamu pakai saat traveling bisa menolong kamu dari gigitan serangga nakal dan polusi yang membuat kulit kusam. Biar gak gerah, pakai bahan yang nyaman dan menyerap keringat ya!

II. PASTIKAN KULIT SELALU TERBALUT LOTION PELEMBAB

Processed with VSCO with c7 preset
Source: http://www.femaledaily.com/

Meskipun pakai jaket atau baju lengan panjang, gak afdol kalo kulit kita gak terbalut lotion pelembab ya. Gunanya untuk apa sih? Ya untuk menutrisi kulit, percuma kan kita tutupin kulit dari sinar matahari aja tapi ga ada nutrisi untuk kulitnya sendiri, betul?

III. GUNAKAN SUNBLOCK (MIN. SPF 30) SAAT BERMAIN DI PANTAI

Processed with VSCO with c7 preset
Source: http://www.thongtinyduoc.net/

Kalo mainnya di tempat adem macem hutan-hutan gitu lotion aja cukup, tapi kalo lagi ke pantai atau berenang di lautannya gimana? Butuh perlindungan ekstra ya guys! Pake sunblock dengan minimal SPF 30. Apa sih SPF? Itu singkatan dari Sun Protection Factor, semakin tinggi SPF-nya maka semakin baik sunblock itu melindungi kulit dari sinar matahari. Biar kulit gak kebakar, kering, dan ngelotok.

Oh iya, sekedar tips aja nih biar hasilnya maksimal, pake sunblock ga boleh banyak-banyak dan jangan terlalu sering ya. Cukup pemakaian merata aja ke kulit, diamkan sampe meresap sempurna, baru deh masuk ke laut atau bermain di pantai. Oleskan tiap 2 jam sekali ya.

IV. KONSUMSI VITAMIN C

Processed with VSCO with c7 preset
Source: http://i2.wp.com/selfhacked.com/

Selain menjaga daya tahan tubuh saat traveling, vitamin C juga berguna banget untuk mencerahkan kulit ya guys. Kamu bisa mendapat banyak asupan vitamin C ini dari jus jeruk (saya hobi banget minum jus jeruk di manapun), ada juga dari kapsul atau tablet yang memang dijual generik sebagai vitamin C.

Mungkin itu aja kali ya 4 rahasia dari saya untuk punya kulit putih walau sering traveling. Oh iya, sebagai tambahan, sabun mandi kamu juga harus yang diformulasikan untuk mencerahkan kulit ya, jangan cuma wangi doang! Hahaha.. Ada yang punya masukan atau tambahan soal tips ini? Silakan komen di bawah ya šŸ™‚

Pengalaman Trip 1 Malam Di Nusa Penida Bali

Banyak orang tau Bali, mulai dari penduduk domestik sampaiĀ turis mancanegara. Salah satu pulau terkenal di Indonesia yang sangat mendunia namanya dalam bidang pariwisata ini, siapa sangka kalau Bali itu ternyata masih punya juga tempat-tempat yang belum banyak terjamah wisatawan, salah satunya di Nusa Penida.

Akhir April 2017, saya pelesiran ke Bali, tapi tujuan utamanya adalah ke Nusa Penida ini, bukan hura-hura di pulau Balinya.. haha Padahal ini juga baru pertama kalinya kaki saya menginjak tanah Bali. Oke, begini cara saya menikmati sisi lain pulau Bali yang mengesankan dengan 1 malam aja di Nusa Penida:

I. HARI PERTAMA

Pagi-pagi banget sekitar jam 7, harus udah sampe di pantai Sanur untuk beli tiket speedboat menuju Nusa Penida.Ā Pembelian tiket bisa dilakukan di counter-counter berbentuk tenda gitu di pinggir pantai ya, ada banyak banget counter-nya dengan berbagai merk kapal. Harga? Berkisar Rp75,000 – Rp100,000 per sekali jalan.

Processed with VSCO with c7 preset
Counter Tiket Speedboat Menuju Nusa Penida di Pantai Sanur, Bali

Biar lebih aman, kamu harus booking tiket dulu supaya dapet seat-nya, karena ternyata biasa cepat habis karena diborong sama tour agency.

Processed with VSCO with c7 preset
Kapal-kapal di Pantai Sanur Siap untuk Menyebrang ke Nusa Penida

Oh iya, saya nyebrang ke Nusa Penida naik kapal Dwi Manunggal dengan harga Rp100,000 per sekali jalan ya, terbilang mahal karena di kapal lain seperti Maruti, Mola-Mola, Idola, dll. itu harganya Rp75,000 aja, tapi apa daya karena semua habis makanya naik yang ada aja biar ga buang waktu.

*Tiap merk kapal berhenti di dermaga yang berbeda di Nusa Penidanya

30-45 menit perjalanan saya naik kapal Dwi Manunggal ke Nusa Penida. Pemberhentian kapal ini di dermaga Toyapakeh dan waktu sudah menunjukkan jam 9 pagi. Kalau kamu naik kapal lain, siap-siap aja karena mungkin dermaga kita gak akan sama.. hahaha.. Lanjut, Selepas turun dari dermaga, maka di depan mata udah banyak banget motor-motor yang siap untuk disewakan, tanpa pikir panjang langsung aja kita pilih motor untuk segera cus ke tempat penginapan supaya bisa cepet-cepet explore.

Processed with VSCO with c7 preset
Dermaga Toyapakeh, Banyak Penyewaan Motor

**Untuk sewa motor dari dermaga Toyapakeh bisa hubungi Pak Made di 085338229344

Penginapan yang saya tempati di Nusa Penida ini berlokasi di desa Ped, tepatnya di dekat SDN 01 Ped. Saya memilih tempat ini karena harganya murah dibanding penginapan homestay lainnya, hanya Rp200,000/malam dan bisa ditinggali 3-4 orang, lokasinya juga di pinggir jalan persis, tidak jauh dari dermaga (sekitar 2KM) dan cukup berada di tengah pulau, so gak masalah kalo mau meng-explore sisi timur & barat pulau Nusa Penida ini.

Processed with VSCO with c7 preset
Penginapan di Nusa Penida

Lebih oke lagi kalo kamar di tempat yang saya tinggali bersih banget, ada TV, kamar mandi dalam, kipas angin, lemari, jendela kamar, teras, dan lahan parkir motor. Ibu pemilik penginapan ini juga ramah dan beliau buka toko kelontong di rumahnya, jadi kalo mau dibuatin makanan tinggal bilang ke si ibunya aja.. hehe

***Tidak ada plang nama penginapan untuk homestay ini ya, masih baru, kalau mau bookingĀ dan tanya detail alamatnya bisa hubungi Ibu Rini di 08123911804

Next, setelah menaruh barang bawaan di penginapan, lanjutlah saya dan 2 orang teman saya ke arah timur untuk explore.

Destinasi di hari pertama ini adalah:

  • Pantai Atuh
  • Rumah Pohon, Pulau Seribu
  • Pantai Suwehan

PANTAI ATUH

Ini kayaknya jadi titik destinasi terjauh di ujung timur Nusa Penida. Percayalah, pantai ini punya daya tarik sendiri dengan warna biru lautnya yang super duper kece! Pasirnya putih dan dikelilingi oleh tebing-tebing tinggi.

Processed with VSCO with c7 preset
Pantai Atuh dari Sisi Atas Tebing
Processed with VSCO with c7 preset
Pantai Atuh, Nusa Penida – Bali

Akses jalan ke sini cukup bagus sih ya, cuma ada beberapa titik yang mungkin harus lebih berhati-hati karena kontur tanah/jalan yang agak curam dan berpasir.

****Sangat dianjurkan pake motor untuk eksplor di sini, dan better untuk sewa masing-masing, karena kalo boncengan resiko ban bocor karena jalanan masih banyak yang jelek dan gak kuat nanjak

RUMAH POHON, PULAU SERIBU

Letak tempat ini sebetulnya masih di sekitaran pantai Atuh, persis sekitar 200 meter sebelum masuk ke parkiran ada pertigaan tinggal lurus aja untuk ke rumah pohon, kalo ke pantai Atuhnya kan belok kiri. Di sini sebetulnya cuma ada beberapa rumah kayu yang ada di pohon aja, fungsinya ya buat disewain gitu, tapi kalo buat foto-foto doang boleh juga sih. Pemandangan yang didapat dari spot ini kece banget bro bri!

Processed with VSCO with c7 preset
View Dari Atas Tebing Pulau Seribu
Processed with VSCO with c7 preset
Rumah Pohon di Pulau Seribu

PANTAI SUWEHAN

30 menit waktu tempuh ke pantai ini dari Rumah Pohon ke arah selatan, semakin menjauh. Pantai ini cenderung sepi, bagus banget mungkin kalo siang hari, sayangnya kita sampe sini udah agak sore jadi gak keliatan biru lautnya, tapi tetep oke lah. In case kamu mau samain itinerary kayak saya, pastikan untuk tidak berlama-lama di Pantai Atuh ya.. hahaha biar dapet matahari juga di Suwehan.

Processed with VSCO with c7 preset
Tebing di Pantai Suwehan
Processed with VSCO with c7 preset
Spot Foto Hits di Pantai Suwehan

Note: Pastikan kamu punya energi lebih dan kondisi badan yang mumpuni untuk ke pantai Suwehan karena di sini kamu harus menuruni tebing yang tingginya mungkin jauh lebih tinggi dari gedung tertinggi di Indonesia Raya.

II. HARI KEDUA

Di hari kedua setelah bermalam di pulau ini, saya menentukan untuk melakukan eksplor ke arah barat, lebih dekat dengan homestay tempat saya dan temen-temen menginap dan juga dekat sama dermaga pastinya. Oke, tujuan hari ini adalah:

  • Pantai Pasih Uud (The Broken Beach)
  • Angel’s Billabong
  • Pantai Kelingking

PANTAI PASIH UUD (THE BROKEN BEACH)

Well, pantai ini namanya udah harum banget di Instagram ya, so bukan tempat tersembunyi lagi dan di sini udah banyak banget turis berdatangan. Waktu yang tepat kalo mau berkunjung ke sini adalah di bawah jam 10 pagi waktu setempat, karena masih sepi, sisanya udah kayak pasar.

Processed with VSCO with c7 preset
Pantai Pasih Uug (The Broken Beach)

*****Gak usah takut salah jalan karena google maps udah bisa memetakan lokasi di Nusa Penida ini dengan sangat akurat

ANGEL’S BILLABONG

Nah, masih di satu lokasi yang sama dengan broken beach, kamu tinggal jalan aja lebih dalem lagi ikutin petunjuk untuk bisa sampe ke Angel’s Billabong. Remember, tempat ini macem kolam di pinggir laut persis, so pemandangannya bagus banget tapi juga bahaya banget kalo kamu berenang terlalu lama karena ombak besar bisa dateng kapan aja gak bisa diprediksi. But, kalo mau renang aman damai kamu bisa coba di jam-jam pagi ya.

Processed with VSCO with c7 preset
Beach Pool di Angel’s Billabong

PANTAI KELINGKING

Dulu sejak tau pantai ini dari salah satu fotografer asal Bali di Instagram, tempatnya menantang abis, cuma pas saya ke sini udah mulai banyak dipagar dan diberi akses jalan yang layak. Ini bagus, tapi jadi sangat turistik untuk petualang kek saya ini, haha.. Eh iya, ke sini pas siang-siang harus siaga sunblock super SPF yah! Sumpah matahari di Nusa Penida ini jahat banget šŸ˜¦

Processed with VSCO with c7 preset
Pantai Kelingking yang Melegenda

Selesai dari pantai Kelingking ini, saya menyudahi petualangan di Nusa Penida dan lanjut ke Bali untuk explore bareng temen-temen Instagram lainnya. Kurang? IYA KURANG BANGET waktunya untuk eksplor hanya dengan semalam aja, but hey.. cuma semalem saya bisa dapet 6 spot foto kece loh! hahahaha Worth to try lah ya, kalo kamu bisa manage waktu lebih baik mungkin bisa dapet spot lebih banyak lagi.

******Siapkan uang cash berlebih ya, you know ATM di sini sangat terbatas!

Udah siap ke Nusa Penida?

4 Alasan Kenapa Kamu Harus Ke Pantai Gigi Hiu Lampung

Akhir Maret 2017 lalu, kegiatan gue padet banget sama agenda ke luar kota, mulai dari kondangan, training dari kantor, sampe akhirnya liburan super singkat ke Lampung. Banyak yang tanya kalo di Lampung itu ada tempat wisata apa? Oke, salah satu tujuan gue ke Lampung adalah mengunjungi pantai Gigi Hiu di kawasan Tenggamus.

Kenapa sih mau ke Pantai Gigi Hiu? Emang terkenal ya? Di sebelah mananya Lampung? Aksesnya lewat mana? Well, mungkin ini 4 alasan gue kenapa mau menapakkan kaki ke Pantai Gigi Hiu pas gue liburan singkat ke Lampung, here we go:

I. Tempat Para Petualang Sejati

Gimana gak petualang coba? Buat yang udah pernah ke sini pasti ngerasain gimana susahnya untuk menuju ke Pantai Gigi Hiu, dengan lokasi yang cukup jauh dari Bandar Lampung (sekitar 3-4 jam perjalanan dengan motor), akses yang sulit karena hampir di sepanjang jalan menuju pantai ini sangat rusak & bergejolak, ditambah lagi belum ada plang/papan petunjuk arah menuju lokasi, bro! Google Maps? Gak mempan, bahkan nanya orang lokal aja belum tentu tau pantai ini, karena pantai ini punya banyak versi nama ya, mulai dari Gigi Hiu, Batu Layar, Pegadungan, dll. Nah, buat lo yang gak manja, punya jiwa petualang yang tinggi dan mau coba ke sini bisa ikutin petunjuk rinci yang ada di blog temen gue di siniĀ ya.

II. Pemandangan Yang Luar Biasa Kece

Kece? IYA BANGET! Sampe sini meski udah ngalamin jalan begajulan tapi sama sekali gak nyesel deh. Air laut di pantai ini biru dengan gradasi warna yang sangat memanjakan mata ditambah batu karang besar yang ada di pesisir laut menambah eksotisme dari pantai Gigi Hiu ini, loh gengs! Ini contoh dari foto-foto kece yang diambil sama temen gue, Handri, di pantai Gigi Hiu Lampung:

IMG_5985
Pemandangan Batu Karang di Pantai Gigi Hiu, Lampung
IMG_5671
Sisi pantai sebelum menuju Karang Gigi Hiu
DCIM100GOPROGOPR0656.
Penampakan Pantai Gigi Hiu dengan menggunakan GoPro

Mungkin itu cuma foto ya gengs, tapi kalo ke sana langsung dan liat dengan mata kepala sendiri bagusnya lebih parah deh ya.. Ajib! Karena jalan-jalan itu bukan sekedar hahahihi, tapi lebih dari itu kita banyak belajar dari pengalaman dan selalu bersyukur.

III. Belum Banyak Dikunjungi Wisatawan

Memang ya, latar pantai ini udah masuk dalam salah satu film nasional Indonesia, udah banyak juga masuk dalam foto kalender dan iklan pariwisata Indonesia lainnya, tapi meski gitu masih banyak juga yang belum berkunjung ke sini kok, orang Lampung asli aja belum tentu tau nama atau tau jalan ke pantai ini gengs.

IV. Memicu Adrenalin

Struktur dari pantai ini merupakan batu-batu karang besar, anginnya kencang, dan ombak di sini pun sangat besar sehingga pantai Gigi hiu ini bukan merupakan pantai dengan pasir putih cantik ya. So, untuk dapet foto kece di sini kita harus naik/manjat ke batu karang besar tersebut. Siap-siap aja perasaan merinding takut jatoh atau tiba-tiba batunya runtuh kan cukup bahaya ya, belom lagi kita gak akan pernah tau kapan air akan pasang, jadi jangan sampe nantinya kalian ke sini terus asik foto-foto di karang dan tiba-tiba airnya pasang.. Gak bisa balik lagi deh ke daratan kecuali nunggu surut lagi.

DCIM100GOPROGOPR0765.
Foto bersama IG-ers Lampung yang baik hati menemani saya ke pantai Gigi Hiu
IMG_6002
Berpose di atas batu karang besar

So, setelah membaca 4 alasan ini, makin tertarik kah lo semua untuk menuju pantai Gigi Hiu di Lampung ini? Atau malah sebaliknya? HAHAHA

Ada pertanyaan atau komen seputar pantai Gigi Hiu? Yuk ah komen di bawah ini ya! šŸ™‚

Weekend Trip Ke Pulau Sangiang – Keindahan Tersembunyi Di Selat Sunda

Weekend, selalu menjadi saat yang paling tepat untuk melepas penat dengan traveling ala ala backpacker, setuju? Nah, liburan itu gak mesti jauh-jauh ya gengs, dari Jakarta dan dengan uang yang gak banyak-banyak banget nih, weekend akhir bulan di Agustus 2016 lalu saya habiskan dengan liburan singkat selama 3D2N ke Pulau Sangiang, Banten.

Belum pernah dengar Pulau Sangiang, ya? Ehmm.. Memang sih ini pulau bukan menjadi pilihan yang utama kalo kalian anak gunung, anak curug, atau bahkan anak pantai sekalipun. You know, pantai identik banget soalnya sama Bali, Lombok, dan beberapa daerah di Nusa Tenggara sana, tapi siapa sangka kalo ternyata di selat sunda juga punya pulau yang gak kalah kece?

Jumat malam setelah jam kerja, saya dan beberapa temen lainnya berniat mengunjungi Pulau Sangiang ini, pertimbangan kami ya itu tadi, lokasinya gak jauh banget dari Jakarta dan bisa dilakukan saat weekend aja. So, here we go!

Perjalanan di mulai dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Cilegon.

1835165st-tanah-abang780x390
Suasana di Stasiun Tanah Abang, Jakarta

Waktu tempuh menggunakan kereta api dari stasiun Tanah Abang menuju stasiun Cilegon sekitar 3-4 jam perjalanan. Rencana saya dan temen-temen ke Sangiang ini mau kemah/camping lucu ala-ala di pinggir pantai ya, gak kebayang sih akan kayak apa karena ini merupakan pengalaman camping di pantai untuk pertama kalinya! hahaha.. Secara ya, camping itu enaknya di gunung atau di hutan-hutan pinus biar adem.

*Stasiun Cilegon bukan stasiun akhir, so jangan sampe ketiduran di kereta kalo gak mau bablas sampe ke pelabuhan Merak

**Kereta menuju Cilegon atau tujuan akhir Merak dari stasiun Tanah Abang biasanya ada pada malam hari mulai jam 10 malam

Kami sampe di stasiun Cilegon sekitar jam 3 subuh dan di depan stasiun ga ada apa-apa gengs, padahal udah laper.. wkwk But, it’s okay, setelah dari sini kami lanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Paku-Anyer menggunakan angkot carteran/sewa. Perjalanan ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam. FYI, di depan stasiun pada jam segitu udah banyak angkot yang sengaja menghampiri untuk dicarter ya, so gak usah khawatir kecuali kalian emang bawa kendaraan sendiri.. hehe

Capture
Pelabuhan Paku-Anyer | Source: http://maps.google.com/

Tiba di pelabuhan Paku-Anyer, atau lebih beken dengan sebutan pelabuhan Anyer ini sekitar jam 5 subuh, sudah banyak juga rombongan lain yang siap untuk mengarungi selat Sunda menuju pulau Sangiang, termasuk kami berlima ini.

Kayaknya ya, semua di sini pake rombongan open trip, kecuali kami.. as always.. dan ternyata setelah kasak-kusuk di saat kami menunggu kapal yang akan berangkat jam 7 pagi, kami mendapat info kalo nyebrang ke Pulau Sangiang mesti carter kapal juga, gak bisa kayak angkutan yang bisa naik kapan aja saat dibutuhkan. Repot? Iya, awalnya kita panik karena gak bisa juga nebeng ke rombongan lain karena udah pada pas maksimal sekapal 15 orang. Akhirnya, kami terpaksa carter satu kapal untuk 5 orang rombongan kami dengan membayar seharga 15 orang.. FANTASTIS! hahaha

***Sangat disarankan menuju pulau Sangiang pake open trip karena harga sewa per kapal cukup mahal untuk 5 orang aja

IMG_20160731_114352
Saya dan temen-temen menuju Pulau Sangiang

Dari pelabuhan Anyer menuju pulau Sangiang membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Perjalanan ini relatif singkat dibandingkan perjalanan ke pulau-pulau lainnya dengan menggunakan kapal ya, tapi kalo kalian merasa mabok laut siapkan obat anti-maboknya, asal jangan mabok janda aja~ eaaa…

First impression saat mau memasuki kawasan pulau Sangiang ini aja udah bikin kami semua berdecak kagum gengs, karena disambut baik oleh keindahan hutan bakau/mangrove yang sangat rapi membelah lautan, membuka jalan menuju dermaga di pulau Sangiang dengan jernihnya air laut di sekeliling kapal.

Gerbang masuk Pulau Sangiang | Source: http://denubay.blogspot.co.id

Gak jauh dari dermaga setelah kami menginjakkan kaki di tanah Sangiang, ada beberapa rumah pemukiman warga, jumlahnya ga banyak ya bisa dihitung jari, bahkan ada juga beberapa bangunan yang masih dalam kondisi tahap pembangunan yang entah akan jadi apa.

Kami jalan menelusuri jalan setapak ke dalam hutan dan semak-semak menuju pantai pasir panjang untuk mendirikan tenda camping.

****Kalo mau camping, pastikan spot yang di bawah pohon ya, karena kalo enggak akan sangat panas berada di dalam tenda

Suasana camping | Source: http://denubay.blogspot.co.id

Karena gak ikut open trip, kami punya jadwal yang sangat fleksibel di sini, bisa seenak jidat mau ngapain dulu dan ke mana dulu. Setelah tenda berdiri kokoh, kami memesan makanan oleh bapak penunggu warung di dekat pantai. Tanpa memanggil si bapak pun sebetulnya dia udah dengan sendirinya menyambangi kami untuk menawarkan hidangannya ya, gengs.

Murah harganya, enak makanannya, dan asik si bapaknya baik karena makanan yang kami pesan diantar langsung sampe ke depan tenda. Karena waktu juga masih pagi, kami pun bersantai dengan menggunakan hammock yang terpasang di sebelah tenda.

Hammocking di pinggir pantai Pasir Panjang

Keren banget pemandangan di pulau Sangiang ini loh, terbilang sepi banget sih engga ya, karena ada beberapa rombongan open trip juga yang ke sini dan mereka menginap persis di homestay belakang tenda kami sekitar 50 meter.

Buat kalian yang mungkin beser, gak perlu khawatir karena di pulau Sangiang terdapat beberapa toilet umum yang bisa dipakai untuk MCK.

Homestay di Pulau Sangiang | Source: http://yolosobehappy.com

Oh iya, pantai di sini pasirnya putih, dinamai pantai pasir panjang, kalo lagi beruntung suka ada rombongan anak penyu yang baru menetas berjalan ke laut. Saya pun sebenernya bisa beruntung, cuma kayaknya bangun kesiangan jadi pas main ke pantai udah tinggal jejak anak penyunya aja deh.. huhu

395577_228756473876439_693993003_n
Pantai Pasir Panjang | Source: http://www.tripgabungan.com

Gak lama setelah ini, kami mencoba mencari guide untuk mengantarkan keliling pulau Sangiang. Menurut beberapa blog yang saya baca, pulau Sangiang ini gak cuma pantai dengan pasir putih aja, tapi ada juga hutan untuk trekking-nya.. Selama kurang lebih satu jam masuk hutan dengan jalan nanjak, kami mendapatkan spot kece untuk foto dari atas tebing mengarah ke pantai di pulau Sangiang, Puncak Begal namanya.

IMG_20160730_153335
View di Puncak Begal

Pemandangan serupa mungkin kalian bisa dapetin juga kalo lagi di Gunungkidul Jogja atau di Uluwatu Bali ya, tapi gak perlu jauh-jauh deh karena di Sangiang pun ada.. hahaha.. Oh iya, waktu kami ke sini, trek menuju puncaknya udah jelas, jadi sebetulnya ga butuh guide juga bisa sampe sih, tapi pinggir tebingnya ini belom ada pembatas yang aman, so.. kalo kalian ke sini dan mau foto kayak di atas lebih baik jangan yaa, karena bahaya, kalo pun mau banget harus hati-hati.

Abis dari puncak ini, treknya udah mulai turun, sekitar 15 menitan, ketemu lah kami dengan spot lainnya, yaitu Goa Pawon. Goa ini ada di bawa tebing, kami melihat hanya boleh dari atas aja kata guide-nya karena tangga ke bawahnya curam dan licin. Gak puas dong dengan ngeliat dari jauh aja, dengan nekat kami turun sengaja untuk berfoto di depan mulut Goa Pawon.

IMG_20160731_085058
Goa Pawon

Goa Pawon ini isinya ombak besar yang kayaknya bisa ngebawa siapa aja ke tengah laut, belom lagi bau kelelawarnya yang nyengat abis. Goa ini bagus banget buat difoto karena warna air lautnya yang biru kehijauan dan dinding goa yang sangat historis. Pantai di sekeliling goa meskipun airnya berwarna biru bagus tapi gak bisa buat berenang ya, karena merupakan pantai karang dan banyak batu-batuan.

IMG_20160731_091128
Pantai di sekeliling Goa Pawon

Destinasi berikutnya menurut bapak guide adalah goa kelelawar. Sebenernya ya agak kurang tertarik ke sini karena udah kebayang bentuknya akan kayak apa. Trekking dimulai semakin menuruni hutan di pulau ini, dan sekitar 10 menit dari Goa Pawon, tiba lah kami di Goa Kelelawar.

*****Pakailah lotion anti nyamuk jika berada di sekitar Goa kelelawar ya, sumpah nyamuk di sini kejam-kejam

IMG_20160730_155000
Goa Kelelawar di Pulau Sangiang

Kalo diliat sepintas, Goa Kelelawar ini mirip banget sama Goa Pawon ya, bedanya Goa Kelelawar ini ukurannya jauh lebih kecil dan lokasinya di dalem hutan, bukan di pinggir tebing. Mistis kalo ngetliat ke dalem goanya, banyak kelelawar berterbangan dengan bunyi-bunyi suara yang khas.

Hari udah semakin sore pas kami di sini, gak lama kami balik ke tenda dengan jalan yang berbeda, lewat pantai pasir panjang, so kami gak perlu trekking lagi. Tepat jam 5 sore, kami ada di spot batuan purba di pasir panjang, keren banget karena pas kita di sini banyak kelelawar yang keluar dari goa, berterbangan di atas laut, cuma sayangnya kita gak ngambil foto ini dan lebih memilih menikmati secara langsung.

IMG_20160730_172704
Spot Batu Purba di Pantai Pasir Panjang Sangiang

Saya lupa nama batuan di ujung pantai Pasir Panjang ini namanya apa, tapi yang pasti ini kece banget, gak kalah deh sama Stone Garden yang ada di Padalarang, malah lebih kece karena sebelahan sama laut.. hahaha.. Yang kurang dari sini adalah masih banyaknya sampah yang terbawa ombak dari pulau Jawa, seperti yang keliatan di foto tuh ya.

Besoknya di hari minggu, adalah hari terakhir kami di pulau Sangiang ini. Kami melakukan snorkeling di Legon Waru. Again, kami asik snorkeling dan gak ngambil foto di sini, tapi jujur aja spot ini salah satu yang oke buat snorkeling ya, masih banyak terumbu karang yang warna warninya, asik! Sekitar 1-2 jam kami main air, kami melanjutkna laju kapan untuk kembali ke pelabuhan Anyer untuk akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing.

Overall pulau Sangiang ini bagus ya, terlepas dari beberapa sampah yang kami temui di pinggir pantai yang sebetulnya sampah bawaan dari pulau Jawa. Kalo mau ke sini, mending ikut open trip karena akan jauh lebih murah biayanya, atau bisa bawa rombongan sendiri asal ramean, 10 orang oke lah. Sekian dulu cerita perjalanan saya di pulau Sangiang ya, masih banyak tempat di sekitar Banten yang belum saya datengin, semoga next bisa explore Banten yang lebih kece lagi.

See you again! Semoga bermanfaat ya… Jadi, kapan ke Pulau Sangiang?