Tebing Koja Kandang Godzilla – Modal Rp2,000 Bisa Foto Hits Di Tangerang

Dekat dari Jakarta, Tangerang bisa jadi salah satu tempat untuk pelancongan ala-ala, terutama untuk kalian para pemain Instagram. Beberapa minggu lalu, saya dan 2 teman Instagram lainnya; Heri dan Ucha, bertandang ke Tebing Koja Kandang Godzilla, Cisoka, Tangerang.

Berbekal GoogleMaps, uang receh, dan kamera hape, gak pake malu-malu kuda kita berangkat. Lokasinya kira-kira ada di sini:

Tebing Koja
Lokasi Tebing Koja Kandang Godzilla, Tangerang

Gak perlu nanya-nanya orang lah ya, kalo kalian mau ke sini, cukup buka GoogleMaps terus ketik aja keyword “Tebing Koja Kandang Godzilla”, maka akan keluar lokasi persisnya, terus tinggal ikutin jalan deh.

Anyway, saya ke sini dengan motor dari kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, dan mengkonsumsi waktu sekitar 2 – 2,5 jam perjalanan (berangkat jam 1 siang, sampe jam 3an sore). Siapin aja masker karena sepanjang jalan akan banyak banget debu industri dan asep knalpot.

Processed with VSCO with c7 preset
View Tebing Koja dari pintu masuk

Well, tempat ini kayaknya udah cukup membahana di telinga para pemain Instagram, keliatan udah rame dan banyak pedagang ya meskipun harga masuknya juga masih muree, cukup bayar Rp2,000 untuk tiket masuk per orang. Ke sini bisa pake mobil? Bisa! aksesnya gak kayak masuk pelosok desa kok, dan area parkir juga cukup luas lah.

Processed with VSCO with c7 preset
Keramaian di Tebing Koja Kandang Godzilla

Sampe detik ini, saya masih bingung kenapa ini dinamakan kandang godzilla ya? Padahal kalo ke sini juga gak kayak kandang sih, karena sebetulnya ini rawa di bekas tambang pasir, yang sebagian lahannya ditanami padi & kangkung.

Processed with VSCO with c7 preset
Tanaman kangkung yang ditanam di Tebing Koja Kandang Godzilla

But OK, terlepas dari nama yang bikin salah fokus, kalian lebih baik ke sini saat sunrise atau sunset, karena semburat warna langit dengan cahaya yang menembus pepohonan di sekitar tempat ini bisa bikin foto makin dramatis unch unch uhlala~

Saya saranin untuk camping sebenernya sabi, cuma saya belum tau apa boleh atau enggaknya kalo camping di sini ya. Monggo ditanyakan kalo lagi main sekalian.

Processed with VSCO with l3 preset
Saung di tengah rawa Tebing Koja Kandang Godzilla

Buat kalian yang mau foto-foto, tempat ini salah satu yang recommended ya di kawasan Tangerang. Meskipun gak ngeluarin biaya yang besar, tapi hasilnya kece loh macem kota Guilin di China. Tau? *brb searching gugel dulu yha kak*

Processed with VSCO with c7 preset
Berfoto manja di rawa Tebing Koja Kandang Godzilla
Processed with VSCO with c7 preset
Pose tengil ala-ala

Masih ragu mau ke sini? Cuss yuk jangan banyak pertimbangan, ajak temen-temen buat foto kece di sini. Oh iya, sebagai traveler yang baik, kalian harus tetap mengutamakan keselamatan diri kalian ya karena ini bentuknya tebing, so akan banyak banget celah untuk jatoh dari ketinggian, don’t forget juga buat jaga kebersihan lingkungan sekitar ya! See you again in other stories.

Any comment? Ketik aja di kolom bawah ya πŸ™‚

Weekend Trip Ke Pulau Sangiang – Keindahan Tersembunyi Di Selat Sunda

Weekend, selalu menjadi saat yang paling tepat untuk melepas penat dengan traveling ala ala backpacker, setuju? Nah, liburan itu gak mesti jauh-jauh ya gengs, dari Jakarta dan dengan uang yang gak banyak-banyak banget nih, weekend akhir bulan di Agustus 2016 lalu saya habiskan dengan liburan singkat selama 3D2N ke Pulau Sangiang, Banten.

Belum pernah dengar Pulau Sangiang, ya? Ehmm.. Memang sih ini pulau bukan menjadi pilihan yang utama kalo kalian anak gunung, anak curug, atau bahkan anak pantai sekalipun. You know, pantai identik banget soalnya sama Bali, Lombok, dan beberapa daerah di Nusa Tenggara sana, tapi siapa sangka kalo ternyata di selat sunda juga punya pulau yang gak kalah kece?

Jumat malam setelah jam kerja, saya dan beberapa temen lainnya berniat mengunjungi Pulau Sangiang ini, pertimbangan kami ya itu tadi, lokasinya gak jauh banget dari Jakarta dan bisa dilakukan saat weekend aja. So, here we go!

Perjalanan di mulai dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Cilegon.

1835165st-tanah-abang780x390
Suasana di Stasiun Tanah Abang, Jakarta

Waktu tempuh menggunakan kereta api dari stasiun Tanah Abang menuju stasiun Cilegon sekitar 3-4 jam perjalanan. Rencana saya dan temen-temen ke Sangiang ini mau kemah/camping lucu ala-ala di pinggir pantai ya, gak kebayang sih akan kayak apa karena ini merupakan pengalaman camping di pantai untuk pertama kalinya! hahaha.. Secara ya, camping itu enaknya di gunung atau di hutan-hutan pinus biar adem.

*Stasiun Cilegon bukan stasiun akhir, so jangan sampe ketiduran di kereta kalo gak mau bablas sampe ke pelabuhan Merak

**Kereta menuju Cilegon atau tujuan akhir Merak dari stasiun Tanah Abang biasanya ada pada malam hari mulai jam 10 malam

Kami sampe di stasiun Cilegon sekitar jam 3 subuh dan di depan stasiun ga ada apa-apa gengs, padahal udah laper.. wkwk But, it’s okay, setelah dari sini kami lanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Paku-Anyer menggunakan angkot carteran/sewa. Perjalanan ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam. FYI, di depan stasiun pada jam segitu udah banyak angkot yang sengaja menghampiri untuk dicarter ya, so gak usah khawatir kecuali kalian emang bawa kendaraan sendiri.. hehe

Capture
Pelabuhan Paku-Anyer | Source: http://maps.google.com/

Tiba di pelabuhan Paku-Anyer, atau lebih beken dengan sebutan pelabuhan Anyer ini sekitar jam 5 subuh, sudah banyak juga rombongan lain yang siap untuk mengarungi selat Sunda menuju pulau Sangiang, termasuk kami berlima ini.

Kayaknya ya, semua di sini pake rombongan open trip, kecuali kami.. as always.. dan ternyata setelah kasak-kusuk di saat kami menunggu kapal yang akan berangkat jam 7 pagi, kami mendapat info kalo nyebrang ke Pulau Sangiang mesti carter kapal juga, gak bisa kayak angkutan yang bisa naik kapan aja saat dibutuhkan. Repot? Iya, awalnya kita panik karena gak bisa juga nebeng ke rombongan lain karena udah pada pas maksimal sekapal 15 orang. Akhirnya, kami terpaksa carter satu kapal untuk 5 orang rombongan kami dengan membayar seharga 15 orang.. FANTASTIS! hahaha

***Sangat disarankan menuju pulau Sangiang pake open trip karena harga sewa per kapal cukup mahal untuk 5 orang aja

IMG_20160731_114352
Saya dan temen-temen menuju Pulau Sangiang

Dari pelabuhan Anyer menuju pulau Sangiang membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Perjalanan ini relatif singkat dibandingkan perjalanan ke pulau-pulau lainnya dengan menggunakan kapal ya, tapi kalo kalian merasa mabok laut siapkan obat anti-maboknya, asal jangan mabok janda aja~ eaaa…

First impression saat mau memasuki kawasan pulau Sangiang ini aja udah bikin kami semua berdecak kagum gengs, karena disambut baik oleh keindahan hutan bakau/mangrove yang sangat rapi membelah lautan, membuka jalan menuju dermaga di pulau Sangiang dengan jernihnya air laut di sekeliling kapal.

Gerbang masuk Pulau Sangiang | Source: http://denubay.blogspot.co.id

Gak jauh dari dermaga setelah kami menginjakkan kaki di tanah Sangiang, ada beberapa rumah pemukiman warga, jumlahnya ga banyak ya bisa dihitung jari, bahkan ada juga beberapa bangunan yang masih dalam kondisi tahap pembangunan yang entah akan jadi apa.

Kami jalan menelusuri jalan setapak ke dalam hutan dan semak-semak menuju pantai pasir panjang untuk mendirikan tenda camping.

****Kalo mau camping, pastikan spot yang di bawah pohon ya, karena kalo enggak akan sangat panas berada di dalam tenda

Suasana camping | Source: http://denubay.blogspot.co.id

Karena gak ikut open trip, kami punya jadwal yang sangat fleksibel di sini, bisa seenak jidat mau ngapain dulu dan ke mana dulu. Setelah tenda berdiri kokoh, kami memesan makanan oleh bapak penunggu warung di dekat pantai. Tanpa memanggil si bapak pun sebetulnya dia udah dengan sendirinya menyambangi kami untuk menawarkan hidangannya ya, gengs.

Murah harganya, enak makanannya, dan asik si bapaknya baik karena makanan yang kami pesan diantar langsung sampe ke depan tenda. Karena waktu juga masih pagi, kami pun bersantai dengan menggunakan hammock yang terpasang di sebelah tenda.

Hammocking di pinggir pantai Pasir Panjang

Keren banget pemandangan di pulau Sangiang ini loh, terbilang sepi banget sih engga ya, karena ada beberapa rombongan open trip juga yang ke sini dan mereka menginap persis di homestay belakang tenda kami sekitar 50 meter.

Buat kalian yang mungkin beser, gak perlu khawatir karena di pulau Sangiang terdapat beberapa toilet umum yang bisa dipakai untuk MCK.

Homestay di Pulau Sangiang | Source: http://yolosobehappy.com

Oh iya, pantai di sini pasirnya putih, dinamai pantai pasir panjang, kalo lagi beruntung suka ada rombongan anak penyu yang baru menetas berjalan ke laut. Saya pun sebenernya bisa beruntung, cuma kayaknya bangun kesiangan jadi pas main ke pantai udah tinggal jejak anak penyunya aja deh.. huhu

395577_228756473876439_693993003_n
Pantai Pasir Panjang | Source: http://www.tripgabungan.com

Gak lama setelah ini, kami mencoba mencari guide untuk mengantarkan keliling pulau Sangiang. Menurut beberapa blog yang saya baca, pulau Sangiang ini gak cuma pantai dengan pasir putih aja, tapi ada juga hutan untuk trekking-nya.. Selama kurang lebih satu jam masuk hutan dengan jalan nanjak, kami mendapatkan spot kece untuk foto dari atas tebing mengarah ke pantai di pulau Sangiang, Puncak Begal namanya.

IMG_20160730_153335
View di Puncak Begal

Pemandangan serupa mungkin kalian bisa dapetin juga kalo lagi di Gunungkidul Jogja atau di Uluwatu Bali ya, tapi gak perlu jauh-jauh deh karena di Sangiang pun ada.. hahaha.. Oh iya, waktu kami ke sini, trek menuju puncaknya udah jelas, jadi sebetulnya ga butuh guide juga bisa sampe sih, tapi pinggir tebingnya ini belom ada pembatas yang aman, so.. kalo kalian ke sini dan mau foto kayak di atas lebih baik jangan yaa, karena bahaya, kalo pun mau banget harus hati-hati.

Abis dari puncak ini, treknya udah mulai turun, sekitar 15 menitan, ketemu lah kami dengan spot lainnya, yaitu Goa Pawon. Goa ini ada di bawa tebing, kami melihat hanya boleh dari atas aja kata guide-nya karena tangga ke bawahnya curam dan licin. Gak puas dong dengan ngeliat dari jauh aja, dengan nekat kami turun sengaja untuk berfoto di depan mulut Goa Pawon.

IMG_20160731_085058
Goa Pawon

Goa Pawon ini isinya ombak besar yang kayaknya bisa ngebawa siapa aja ke tengah laut, belom lagi bau kelelawarnya yang nyengat abis. Goa ini bagus banget buat difoto karena warna air lautnya yang biru kehijauan dan dinding goa yang sangat historis. Pantai di sekeliling goa meskipun airnya berwarna biru bagus tapi gak bisa buat berenang ya, karena merupakan pantai karang dan banyak batu-batuan.

IMG_20160731_091128
Pantai di sekeliling Goa Pawon

Destinasi berikutnya menurut bapak guide adalah goa kelelawar. Sebenernya ya agak kurang tertarik ke sini karena udah kebayang bentuknya akan kayak apa. Trekking dimulai semakin menuruni hutan di pulau ini, dan sekitar 10 menit dari Goa Pawon, tiba lah kami di Goa Kelelawar.

*****Pakailah lotion anti nyamuk jika berada di sekitar Goa kelelawar ya, sumpah nyamuk di sini kejam-kejam

IMG_20160730_155000
Goa Kelelawar di Pulau Sangiang

Kalo diliat sepintas, Goa Kelelawar ini mirip banget sama Goa Pawon ya, bedanya Goa Kelelawar ini ukurannya jauh lebih kecil dan lokasinya di dalem hutan, bukan di pinggir tebing. Mistis kalo ngetliat ke dalem goanya, banyak kelelawar berterbangan dengan bunyi-bunyi suara yang khas.

Hari udah semakin sore pas kami di sini, gak lama kami balik ke tenda dengan jalan yang berbeda, lewat pantai pasir panjang, so kami gak perlu trekking lagi. Tepat jam 5 sore, kami ada di spot batuan purba di pasir panjang, keren banget karena pas kita di sini banyak kelelawar yang keluar dari goa, berterbangan di atas laut, cuma sayangnya kita gak ngambil foto ini dan lebih memilih menikmati secara langsung.

IMG_20160730_172704
Spot Batu Purba di Pantai Pasir Panjang Sangiang

Saya lupa nama batuan di ujung pantai Pasir Panjang ini namanya apa, tapi yang pasti ini kece banget, gak kalah deh sama Stone Garden yang ada di Padalarang, malah lebih kece karena sebelahan sama laut.. hahaha.. Yang kurang dari sini adalah masih banyaknya sampah yang terbawa ombak dari pulau Jawa, seperti yang keliatan di foto tuh ya.

Besoknya di hari minggu, adalah hari terakhir kami di pulau Sangiang ini. Kami melakukan snorkeling di Legon Waru. Again, kami asik snorkeling dan gak ngambil foto di sini, tapi jujur aja spot ini salah satu yang oke buat snorkeling ya, masih banyak terumbu karang yang warna warninya, asik! Sekitar 1-2 jam kami main air, kami melanjutkna laju kapan untuk kembali ke pelabuhan Anyer untuk akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing.

Overall pulau Sangiang ini bagus ya, terlepas dari beberapa sampah yang kami temui di pinggir pantai yang sebetulnya sampah bawaan dari pulau Jawa. Kalo mau ke sini, mending ikut open trip karena akan jauh lebih murah biayanya, atau bisa bawa rombongan sendiri asal ramean, 10 orang oke lah. Sekian dulu cerita perjalanan saya di pulau Sangiang ya, masih banyak tempat di sekitar Banten yang belum saya datengin, semoga next bisa explore Banten yang lebih kece lagi.

See you again! Semoga bermanfaat ya… Jadi, kapan ke Pulau Sangiang?

3D2N Trip Ke Ujung Kulon – Alam Liar Dan Terbuka!

Ujung Kulon, tempat yang sudah cukup sering terdengar di kalangan masyarakat, namun gak banyak yang pernah datang ke tempat ini. Sebenarnya, Ujung Kulon (UK) merupakan kawasan taman nasional yang difungsikan untuk menjaga kelestarian hutan lindung bersama dengan satwa liar yang hidup di dalamnya seperti badak, babi hutan, rusa, ular, banteng, monyet, dan lain sebagainya.

Selain hutan, pantai & pulau di sekitar UK ini sangat menarik untuk dikunjungin ya gengs, seperti weekend lalu (3-5 Maret 2017) saya dan temen-temen mencoba perjalanan ke Pulau Peucang, Ujung Kulon. Meski kata orang akhir-akhir ini masih masuk musim penghujan dan pada gak berani jalan ke pantai, maka dengan nekat saya dan temen-temen lainnya tetap melanjutkan perjalanan.

Oke, hari jumat tanggal 3 Maret 2017, perjalanan dimulai dari Jakarta pada jam 11 malam seusai pulang kerja di Plaza Semanggi sebagai meeting point. Selama kurang lebih 7 jam perjalanan menggunakan mobil (tiba jam 6.00 pagi WIB), gak kerasa kami semua sudah tiba di desa Sumur, Banten, yang nanti perjalanan akan dilanjutkan sekitar jam 7.00 pagi WIB menggunakan kapal menuju Pulau Peucang selama 3 jam kedepan.

*Kali ini ikut open trip karena biaya akan jauh lebih besar kalo sayaΒ atur perjalanan cuma bersama 2 orang temen lainnya

wpid-img_02871
Tugu Pulau Peucang | Source: http://www.ngetripmulu.wordpress.com

Di Pulau Peucang, kami bermalam di sebuah homestay atau barak lebih tepatnya kali ya, persis di dekat bibir pantai. Sederhana, tapi cukup nyaman untuk tidur karena seharian kan kita juga bakal keliling-keliling mulai dari pantai sampe masuk hutan. Kece lah..

**Jangan harap bisa upload foto di medsos secara real-time yah, karena operator apapun ga ada yang menebar sinyal di sini

***Soal listrik, gak perlu lebay bawa sampe 5 powerbank atau bahkan genset ya, tiap jam 6 sore sampe subuh listrik tersedia kok. Sisanya? Wassalam~

File_006
Homestay/barak untuk bobo cantik selama di Pulau Peucang

Sampe di homestay, kami istirahat sebentar untuk sekedar meregangkan kaki, bersih-bersih badan, atau merapihkan barang bawaan, gak lama setelah itu, sekitar jam 9.30 pagi waktu setempat, eksplorasi Pulau Peucang dimulai dengan melakukan trekking ke dalam hutan menuju Karang Copong.

Tau gak? Yang menarik dari trekking masuk hutan ini adalah alamnya yang masih sangat asri terkesan belum banyak terjamah tangan jahil manusia loh! Di sepanjang jalan kami menuju Karang Copong nih ya, terpampang jelas pohon-pohon besar yang bentuknya unik dan banyak banget rusa liar menampakkan dirinya, belom lagi babi hutan dan monyet-monyetnya..

File_003
Salah satu rusa yang tertangkap kamera di hutan pulau Peucang
File_001
Pohon besar dengan bentuk yang unik di pulau Peucang

Sebenernya, trekking ke karang copong ini optional sih dari pihak trip planner-nya, karena udah dibilangin akan masuk hutan sepanjang 3KM berjalan kaki, cuma ya kalo gak ikut rugi juga karena gak eksplore pulaunya. Dan.. Setelah kami ikuti arahnya menuju karang copong tersebut jauhnya bukan maen sodara-sodara! Jauuuhh bangeeet.. Yang katanya tadi 3KM kayaknya justru bisa sampe 5KM sendiri, udah gitu sekali jalan lagi bukan PP.. Damn!

But then, itu tadi, gak nyesel ikut trekking karena di sepanjang jalan menuju karang copong adalah hutan rimba yang di dalamnya banyak satwa liar bertebaran. Sampe di karang copong pun sumpah gak nyesel karena pemandangannya keren bangeet!

File_005
Pemandangan di Karang Copong, Pulau Peucang
File_002
Bersantai di sisi lain bukit Karang Copong, Pulau Peucang

****Karang Copong ini cuma semacam pulau karang besar di Pulau Peucang yang tengahnya bolong/kopong

Gak lama di karang copong karena kami cuma ngambil foto-foto aja untuk stock di Instagram, kami balik lagi menuju homestay untuk makan siang. Yeah, makan siang! Bayanginnya udah surga banget di tengah trekking yang sangat panjang dan melelahkan ini sodara-sodara..

Oke, sesampainya di area homestay, makan siang ternyata dilakukan di kapal untuk menghindari babi dan binatang liar lainnya, yang berkesan dari makan di sini adalah sambel bikinan di bapak awak kapal endeusss paraah! Kalah deh sambel oleh-oleh yang khas Surabaya itu.. hahaha

Setelah makan, kami diberi waktu sedikit karena untuk siap-siap melakukan snorkeling di Lagoon Kobak. Snorkeling dilakukan sekitar jam 4.00 sore waktu setempat, kesorean? Enggak. Kayaknya trip planner ini udah ngerti banget kalo snorkeling gak bagus panas-panasan karena dapat menyebabkan kulit menghitam dan perawatan berkelanjutan.. halah.

File_001 (1)
Menikmati hangatnya matahari saat snorkeling

Gak berasa snorkeling cukup lama ya di sini, matahari pun udah mau terbenam, so kami lanjut untuk balik ke homestay untuk bersih-bersih badan dan bersiap untuk makan malam. Nah, makan malam ini ternyata gak di kapal, tapi di semacam bale di pinggir pantai gak jauh dari depan homestay. You know, gak ada yang salah makan di sini, cuma aroma makanan mungkin tercium ke seluruh penjuru pulau kali ya jadinya banyak monyet dan babi yang datang mengepung bale kita.. huhuhu

File_005 (1)
3 babi hutan yang tertangkap kamera di pinggir bale

Untungnya, bale ini dibikin seperti rumah panggung jadi lantainya lebih tinggi dari permukaan tanah, jadi itu para babi gak bisa ngambil makanannya. Tetep ya, namanya babi hutan itu sukanya seruduk-seruduk, meski aman tapi cukup memicu adrenalin.. haha Intinya sih ya, yang paling oke dari makan malam ini tetap sambel bikinan bapak di kapal paling maknyusss… Nah, abis makan malam ga ada agenda apa-apa lagi, badan udah pada remuk juga so kami lanjutkan dengan acara bobo bersama.

Masuk di hari terakhir di pulau Peucang, kami harus check out jam 8.00 pagi, dilanjutkan dengan acara lainnya full di lautan. Agenda pertama hari ini kami akan melakukan canoeing. Perjalanan menuju canoeing udah gak berada di pulau Peucang lagi yang gengs, kita mesti nyebrang ke pulau Jawa, ke sungai Cigenter area hutan di Taman Nasional Ujung Kulon. Yang menarik, di sela-sela perjalanan ini, kami melihat beberapa ekor lumba-lumba di laut lepas, sayang deh gak bisa ngambil fotonya karena si lumba-lumbanya jadi gak keliatan.

File_000 (3)
Canoeing di sungai Cigenter, Ujung Kulon

Canoeing menelusuri sungai Cigenter ini asik ya gengs, airnya tenang, biru, teduh banget karena kiri dan kanannya dipenuhi pepohonan rimbun ala hutan Ujung Kulon, banyak banget ditemui ular-ular yang sedang tertidur melingkar di atas pohon, aseliiik berasa main di hutan Amazon! (padahal belom pernah ke Amazon) hahahaha…

*****Canoeing di sungai Cigenter mirip sama apa yang udah saya lakukan di sungai Maron, Pacitan, cuma dalam versi lebih kecil dan lebih hutan aja. Cerita lengkap Pacitan bisa klik di sini

File_000 (4)
Selfie bersama rombongan trip di sungai Cigenter

Gak lama kami canoeing (sekitar 1 jam mendayung manjah), kami lanjutin lagi perjalanan untuk snorkeling di pulau Badul, lokasinya udah mengarah pulang ke desa Sumur, sekitar 1 jam perjalanan lintas selat ini menuju tempat terakhir trip… huhu Sedih kalo harus mengatakan akhir trip, karena mengingat besoknya udah hari senin dan harus kerja! Damn. My passion to travel is bigger than just doing daily routines.

Yaudah lanjut, pulau Badul ini kecil ternyata, luasnya mungkin hanya sebesar lapangan bola, gak ada homestay ataupun tukang jajanan, yang terlihat cuma pasir putih dan semak-semak di tengah pulau.

File_005 (2)
Pulau Badul, Ujung Kulon

Udah ya, gak lama juga kita main-main di pulau Badul ini, karena fokus untuk cari foto kece berhubung hari udah semakin sore. Perjalanan pulang menuju desa Sumur dari sini sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kapal yang berisi rombongan dari trip kami.

Sekilas review aja, wisata ke Pulau Peucang dan sekitarnya di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sangat recommended banget ya, selain biaya yang dikeluarkan gak mahal-mahal banget, trip-nya juga bisa dilakukan saat weekend aja gengs cocok banget kan buat yang kerja di area banten atau jabodetabek, jadi gak perlu deh cuti panjang segala.. hehe

Ujung Kulon ini emang oke banget, bisa dikatakan kami semua bercumbu dengan alam bebas di sini, karena banyak banget satwa liar bertebaran dengan jenis yang beragam ya, mulai dari rusa, babi hutan, monyet, biawak, ular, bahkan sampe ngeliat lumba-lumba juga. Nah, karena alam di sini masih tergolong asri dan alami, jadi kalo kalian berkunjung tetap jaga lingkungan yaaa..

Thanks buat Arizal Khoironi dan Tejo Sandi yang udah ikut nemenin gue di trip ke Pulau Peucang! Semoga next time kita bisa explore lebih jauh dan lebih kece lagi ya. Sekian dan terima kasih juga buat kalian yang udah baca tulisan ini, semoga bermanfaat! Silakan beri komentar kalo mau tanya-tanya ya πŸ™‚