Banten

Pulau Sangiang, Keindahan Tersembunyi di Selat Sunda

Weekend, selalu menjadi saat yang paling tepat untuk melepas penat dengan traveling ala ala backpacker, setuju? Nah, liburan itu gak mesti jauh-jauh ya gengs, dari Jakarta dan dengan uang yang gak banyak-banyak banget nih, weekend akhir bulan di Agustus 2016 lalu saya habiskan dengan liburan singkat selama 3D2N ke Pulau Sangiang, Banten.

Belum pernah dengar Pulau Sangiang, ya? Ehmm.. Memang sih ini pulau bukan menjadi pilihan yang utama kalo kalian anak gunung, anak curug, atau bahkan anak pantai sekalipun. You know, pantai identik banget soalnya sama Bali, Lombok, dan beberapa daerah di Nusa Tenggara sana, tapi siapa sangka kalo ternyata di selat sunda juga punya pulau yang gak kalah kece?

Jumat malam setelah jam kerja, saya dan beberapa temen lainnya berniat mengunjungi Pulau Sangiang ini, pertimbangan kami ya itu tadi, lokasinya gak jauh banget dari Jakarta dan bisa dilakukan saat weekend aja. So, here we go!

Perjalanan di mulai dari Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Cilegon.

1835165st-tanah-abang780x390
Suasana di Stasiun Tanah Abang, Jakarta

Waktu tempuh menggunakan kereta api dari stasiun Tanah Abang menuju stasiun Cilegon sekitar 3-4 jam perjalanan. Rencana saya dan temen-temen ke Sangiang ini mau kemah/camping lucu ala-ala di pinggir pantai ya, gak kebayang sih akan kayak apa karena ini merupakan pengalaman camping di pantai untuk pertama kalinya! hahaha.. Secara ya, camping itu enaknya di gunung atau di hutan-hutan pinus biar adem.

*Stasiun Cilegon bukan stasiun akhir, so jangan sampe ketiduran di kereta kalo gak mau bablas sampe ke pelabuhan Merak

**Kereta menuju Cilegon atau tujuan akhir Merak dari stasiun Tanah Abang biasanya ada pada malam hari mulai jam 10 malam

Kami sampe di stasiun Cilegon sekitar jam 3 subuh dan di depan stasiun ga ada apa-apa gengs, padahal udah laper.. wkwk But, it’s okay, setelah dari sini kami lanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Paku-Anyer menggunakan angkot carteran/sewa. Perjalanan ini berlangsung selama kurang lebih 1 jam. FYI, di depan stasiun pada jam segitu udah banyak angkot yang sengaja menghampiri untuk dicarter ya, so gak usah khawatir kecuali kalian emang bawa kendaraan sendiri.. hehe

Capture
Pelabuhan Paku-Anyer | Source: http://maps.google.com/

Tiba di pelabuhan Paku-Anyer, atau lebih beken dengan sebutan pelabuhan Anyer ini sekitar jam 5 subuh, sudah banyak juga rombongan lain yang siap untuk mengarungi selat Sunda menuju pulau Sangiang, termasuk kami berlima ini.

Kayaknya ya, semua di sini pake rombongan open trip, kecuali kami.. as always.. dan ternyata setelah kasak-kusuk di saat kami menunggu kapal yang akan berangkat jam 7 pagi, kami mendapat info kalo nyebrang ke Pulau Sangiang mesti carter kapal juga, gak bisa kayak angkutan yang bisa naik kapan aja saat dibutuhkan. Repot? Iya, awalnya kita panik karena gak bisa juga nebeng ke rombongan lain karena udah pada pas maksimal sekapal 15 orang. Akhirnya, kami terpaksa carter satu kapal untuk 5 orang rombongan kami dengan membayar seharga 15 orang.. FANTASTIS! hahaha

***Sangat disarankan menuju pulau Sangiang pake open trip karena harga sewa per kapal cukup mahal untuk 5 orang aja

IMG_20160731_114352
Saya dan temen-temen menuju Pulau Sangiang

Dari pelabuhan Anyer menuju pulau Sangiang membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Perjalanan ini relatif singkat dibandingkan perjalanan ke pulau-pulau lainnya dengan menggunakan kapal ya, tapi kalo kalian merasa mabok laut siapkan obat anti-maboknya, asal jangan mabok janda aja~ eaaa…

First impression saat mau memasuki kawasan pulau Sangiang ini aja udah bikin kami semua berdecak kagum gengs, karena disambut baik oleh keindahan hutan bakau/mangrove yang sangat rapi membelah lautan, membuka jalan menuju dermaga di pulau Sangiang dengan jernihnya air laut di sekeliling kapal.

Gerbang masuk Pulau Sangiang | Source: http://denubay.blogspot.co.id

Gak jauh dari dermaga setelah kami menginjakkan kaki di tanah Sangiang, ada beberapa rumah pemukiman warga, jumlahnya ga banyak ya bisa dihitung jari, bahkan ada juga beberapa bangunan yang masih dalam kondisi tahap pembangunan yang entah akan jadi apa.

Kami jalan menelusuri jalan setapak ke dalam hutan dan semak-semak menuju pantai pasir panjang untuk mendirikan tenda camping.

****Kalo mau camping, pastikan spot yang di bawah pohon ya, karena kalo enggak akan sangat panas berada di dalam tenda

Suasana camping | Source: http://denubay.blogspot.co.id

Karena gak ikut open trip, kami punya jadwal yang sangat fleksibel di sini, bisa seenak jidat mau ngapain dulu dan ke mana dulu. Setelah tenda berdiri kokoh, kami memesan makanan oleh bapak penunggu warung di dekat pantai. Tanpa memanggil si bapak pun sebetulnya dia udah dengan sendirinya menyambangi kami untuk menawarkan hidangannya ya, gengs.

Murah harganya, enak makanannya, dan asik si bapaknya baik karena makanan yang kami pesan diantar langsung sampe ke depan tenda. Karena waktu juga masih pagi, kami pun bersantai dengan menggunakan hammock yang terpasang di sebelah tenda.

Hammocking di pinggir pantai Pasir Panjang

Keren banget pemandangan di pulau Sangiang ini loh, terbilang sepi banget sih engga ya, karena ada beberapa rombongan open trip juga yang ke sini dan mereka menginap persis di homestay belakang tenda kami sekitar 50 meter.

Buat kalian yang mungkin beser, gak perlu khawatir karena di pulau Sangiang terdapat beberapa toilet umum yang bisa dipakai untuk MCK.

Homestay di Pulau Sangiang | Source: http://yolosobehappy.com

Oh iya, pantai di sini pasirnya putih, dinamai pantai pasir panjang, kalo lagi beruntung suka ada rombongan anak penyu yang baru menetas berjalan ke laut. Saya pun sebenernya bisa beruntung, cuma kayaknya bangun kesiangan jadi pas main ke pantai udah tinggal jejak anak penyunya aja deh.. huhu

395577_228756473876439_693993003_n
Pantai Pasir Panjang | Source: http://www.tripgabungan.com

Gak lama setelah ini, kami mencoba mencari guide untuk mengantarkan keliling pulau Sangiang. Menurut beberapa blog yang saya baca, pulau Sangiang ini gak cuma pantai dengan pasir putih aja, tapi ada juga hutan untuk trekking-nya.. Selama kurang lebih satu jam masuk hutan dengan jalan nanjak, kami mendapatkan spot kece untuk foto dari atas tebing mengarah ke pantai di pulau Sangiang, Puncak Begal namanya.

IMG_20160730_153335
View di Puncak Begal

Pemandangan serupa mungkin kalian bisa dapetin juga kalo lagi di Gunungkidul Jogja atau di Uluwatu Bali ya, tapi gak perlu jauh-jauh deh karena di Sangiang pun ada.. hahaha.. Oh iya, waktu kami ke sini, trek menuju puncaknya udah jelas, jadi sebetulnya ga butuh guide juga bisa sampe sih, tapi pinggir tebingnya ini belom ada pembatas yang aman, so.. kalo kalian ke sini dan mau foto kayak di atas lebih baik jangan yaa, karena bahaya, kalo pun mau banget harus hati-hati.

Abis dari puncak ini, treknya udah mulai turun, sekitar 15 menitan, ketemu lah kami dengan spot lainnya, yaitu Goa Pawon. Goa ini ada di bawa tebing, kami melihat hanya boleh dari atas aja kata guide-nya karena tangga ke bawahnya curam dan licin. Gak puas dong dengan ngeliat dari jauh aja, dengan nekat kami turun sengaja untuk berfoto di depan mulut Goa Pawon.

IMG_20160731_085058
Goa Pawon

Goa Pawon ini isinya ombak besar yang kayaknya bisa ngebawa siapa aja ke tengah laut, belom lagi bau kelelawarnya yang nyengat abis. Goa ini bagus banget buat difoto karena warna air lautnya yang biru kehijauan dan dinding goa yang sangat historis. Pantai di sekeliling goa meskipun airnya berwarna biru bagus tapi gak bisa buat berenang ya, karena merupakan pantai karang dan banyak batu-batuan.

IMG_20160731_091128
Pantai di sekeliling Goa Pawon

Destinasi berikutnya menurut bapak guide adalah goa kelelawar. Sebenernya ya agak kurang tertarik ke sini karena udah kebayang bentuknya akan kayak apa. Trekking dimulai semakin menuruni hutan di pulau ini, dan sekitar 10 menit dari Goa Pawon, tiba lah kami di Goa Kelelawar.

*****Pakailah lotion anti nyamuk jika berada di sekitar Goa kelelawar ya, sumpah nyamuk di sini kejam-kejam

IMG_20160730_155000
Goa Kelelawar di Pulau Sangiang

Kalo diliat sepintas, Goa Kelelawar ini mirip banget sama Goa Pawon ya, bedanya Goa Kelelawar ini ukurannya jauh lebih kecil dan lokasinya di dalem hutan, bukan di pinggir tebing. Mistis kalo ngetliat ke dalem goanya, banyak kelelawar berterbangan dengan bunyi-bunyi suara yang khas.

Hari udah semakin sore pas kami di sini, gak lama kami balik ke tenda dengan jalan yang berbeda, lewat pantai pasir panjang, so kami gak perlu trekking lagi. Tepat jam 5 sore, kami ada di spot batuan purba di pasir panjang, keren banget karena pas kita di sini banyak kelelawar yang keluar dari goa, berterbangan di atas laut, cuma sayangnya kita gak ngambil foto ini dan lebih memilih menikmati secara langsung.

IMG_20160730_172704
Spot Batu Purba di Pantai Pasir Panjang Sangiang

Saya lupa nama batuan di ujung pantai Pasir Panjang ini namanya apa, tapi yang pasti ini kece banget, gak kalah deh sama Stone Garden yang ada di Padalarang, malah lebih kece karena sebelahan sama laut.. hahaha.. Yang kurang dari sini adalah masih banyaknya sampah yang terbawa ombak dari pulau Jawa, seperti yang keliatan di foto tuh ya.

Besoknya di hari minggu, adalah hari terakhir kami di pulau Sangiang ini. Kami melakukan snorkeling di Legon Waru. Again, kami asik snorkeling dan gak ngambil foto di sini, tapi jujur aja spot ini salah satu yang oke buat snorkeling ya, masih banyak terumbu karang yang warna warninya, asik! Sekitar 1-2 jam kami main air, kami melanjutkna laju kapan untuk kembali ke pelabuhan Anyer untuk akhirnya kami pulang ke rumah masing-masing.

Overall pulau Sangiang ini bagus ya, terlepas dari beberapa sampah yang kami temui di pinggir pantai yang sebetulnya sampah bawaan dari pulau Jawa. Kalo mau ke sini, mending ikut open trip karena akan jauh lebih murah biayanya, atau bisa bawa rombongan sendiri asal ramean, 10 orang oke lah. Sekian dulu cerita perjalanan saya di pulau Sangiang ya, masih banyak tempat di sekitar Banten yang belum saya datengin, semoga next bisa explore Banten yang lebih kece lagi.

See you again! Semoga bermanfaat ya… Jadi, kapan ke Pulau Sangiang?

Advertisements

0 comments on “Pulau Sangiang, Keindahan Tersembunyi di Selat Sunda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: