Banten

Bercumbu Rayu bersama Alam Terbuka Ujung Kulon

Ujung Kulon, tempat yang sudah cukup sering terdengar di kalangan masyarakat, namun gak banyak yang pernah datang ke tempat ini. Sebenarnya, Ujung Kulon (UK) merupakan kawasan taman nasional yang difungsikan untuk menjaga kelestarian hutan lindung bersama dengan satwa liar yang hidup di dalamnya seperti badak, babi hutan, rusa, ular, banteng, monyet, dan lain sebagainya.

Selain hutan, pantai & pulau di sekitar UK ini sangat menarik untuk dikunjungin ya gengs, seperti weekend lalu (3-5 Maret 2017) saya dan temen-temen mencoba perjalanan ke Pulau Peucang, Ujung Kulon. Meski kata orang akhir-akhir ini masih masuk musim penghujan dan pada gak berani jalan ke pantai, maka dengan nekat saya dan temen-temen lainnya tetap melanjutkan perjalanan.

Oke, hari jumat tanggal 3 Maret 2017, perjalanan dimulai dari Jakarta pada jam 11 malam seusai pulang kerja di Plaza Semanggi sebagai meeting point. Selama kurang lebih 7 jam perjalanan menggunakan mobil (tiba jam 6.00 pagi WIB), gak kerasa kami semua sudah tiba di desa Sumur, Banten, yang nanti perjalanan akan dilanjutkan sekitar jam 7.00 pagi WIB menggunakan kapal menuju Pulau Peucang selama 3 jam kedepan.

*Kali ini ikut open trip karena biaya akan jauh lebih besar kalo sayaΒ atur perjalanan cuma bersama 2 orang temen lainnya

wpid-img_02871
Tugu Pulau Peucang | Source: http://www.ngetripmulu.wordpress.com

Di Pulau Peucang, kami bermalam di sebuah homestay atau barak lebih tepatnya kali ya, persis di dekat bibir pantai. Sederhana, tapi cukup nyaman untuk tidur karena seharian kan kita juga bakal keliling-keliling mulai dari pantai sampe masuk hutan. Kece lah..

**Jangan harap bisa upload foto di medsos secara real-time yah, karena operator apapun ga ada yang menebar sinyal di sini

***Soal listrik, gak perlu lebay bawa sampe 5 powerbank atau bahkan genset ya, tiap jam 6 sore sampe subuh listrik tersedia kok. Sisanya? Wassalam~

File_006
Homestay/barak untuk bobo cantik selama di Pulau Peucang

Sampe di homestay, kami istirahat sebentar untuk sekedar meregangkan kaki, bersih-bersih badan, atau merapihkan barang bawaan, gak lama setelah itu, sekitar jam 9.30 pagi waktu setempat, eksplorasi Pulau Peucang dimulai dengan melakukan trekking ke dalam hutan menuju Karang Copong.

Tau gak? Yang menarik dari trekking masuk hutan ini adalah alamnya yang masih sangat asri terkesan belum banyak terjamah tangan jahil manusia loh! Di sepanjang jalan kami menuju Karang Copong nih ya, terpampang jelas pohon-pohon besar yang bentuknya unik dan banyak banget rusa liar menampakkan dirinya, belom lagi babi hutan dan monyet-monyetnya..

File_003
Salah satu rusa yang tertangkap kamera di hutan pulau Peucang
File_001
Pohon besar dengan bentuk yang unik di pulau Peucang

Sebenernya, trekking ke karang copong ini optional sih dari pihak trip planner-nya, karena udah dibilangin akan masuk hutan sepanjang 3KM berjalan kaki, cuma ya kalo gak ikut rugi juga karena gak eksplore pulaunya. Dan.. Setelah kami ikuti arahnya menuju karang copong tersebut jauhnya bukan maen sodara-sodara! Jauuuhh bangeeet.. Yang katanya tadi 3KM kayaknya justru bisa sampe 5KM sendiri, udah gitu sekali jalan lagi bukan PP.. Damn!

But then, itu tadi, gak nyesel ikut trekking karena di sepanjang jalan menuju karang copong adalah hutan rimba yang di dalamnya banyak satwa liar bertebaran. Sampe di karang copong pun sumpah gak nyesel karena pemandangannya keren bangeet!

File_005
Pemandangan di Karang Copong, Pulau Peucang
File_002
Bersantai di sisi lain bukit Karang Copong, Pulau Peucang

****Karang Copong ini cuma semacam pulau karang besar di Pulau Peucang yang tengahnya bolong/kopong

Gak lama di karang copong karena kami cuma ngambil foto-foto aja untuk stock di Instagram, kami balik lagi menuju homestay untuk makan siang. Yeah, makan siang! Bayanginnya udah surga banget di tengah trekking yang sangat panjang dan melelahkan ini sodara-sodara..

Oke, sesampainya di area homestay, makan siang ternyata dilakukan di kapal untuk menghindari babi dan binatang liar lainnya, yang berkesan dari makan di sini adalah sambel bikinan di bapak awak kapal endeusss paraah! Kalah deh sambel oleh-oleh yang khas Surabaya itu.. hahaha

Setelah makan, kami diberi waktu sedikit karena untuk siap-siap melakukan snorkeling di Lagoon Kobak. Snorkeling dilakukan sekitar jam 4.00 sore waktu setempat, kesorean? Enggak. Kayaknya trip planner ini udah ngerti banget kalo snorkeling gak bagus panas-panasan karena dapat menyebabkan kulit menghitam dan perawatan berkelanjutan.. halah.

File_001 (1)
Menikmati hangatnya matahari saat snorkeling

Gak berasa snorkeling cukup lama ya di sini, matahari pun udah mau terbenam, so kami lanjut untuk balik ke homestay untuk bersih-bersih badan dan bersiap untuk makan malam. Nah, makan malam ini ternyata gak di kapal, tapi di semacam bale di pinggir pantai gak jauh dari depan homestay. You know, gak ada yang salah makan di sini, cuma aroma makanan mungkin tercium ke seluruh penjuru pulau kali ya jadinya banyak monyet dan babi yang datang mengepung bale kita.. huhuhu

File_005 (1)
3 babi hutan yang tertangkap kamera di pinggir bale

Untungnya, bale ini dibikin seperti rumah panggung jadi lantainya lebih tinggi dari permukaan tanah, jadi itu para babi gak bisa ngambil makanannya. Tetep ya, namanya babi hutan itu sukanya seruduk-seruduk, meski aman tapi cukup memicu adrenalin.. haha Intinya sih ya, yang paling oke dari makan malam ini tetap sambel bikinan bapak di kapal paling maknyusss… Nah, abis makan malam ga ada agenda apa-apa lagi, badan udah pada remuk juga so kami lanjutkan dengan acara bobo bersama.

Masuk di hari terakhir di pulau Peucang, kami harus check out jam 8.00 pagi, dilanjutkan dengan acara lainnya full di lautan. Agenda pertama hari ini kami akan melakukan canoeing. Perjalanan menuju canoeing udah gak berada di pulau Peucang lagi yang gengs, kita mesti nyebrang ke pulau Jawa, ke sungai Cigenter area hutan di Taman Nasional Ujung Kulon. Yang menarik, di sela-sela perjalanan ini, kami melihat beberapa ekor lumba-lumba di laut lepas, sayang deh gak bisa ngambil fotonya karena si lumba-lumbanya jadi gak keliatan.

File_000 (3)
Canoeing di sungai Cigenter, Ujung Kulon

Canoeing menelusuri sungai Cigenter ini asik ya gengs, airnya tenang, biru, teduh banget karena kiri dan kanannya dipenuhi pepohonan rimbun ala hutan Ujung Kulon, banyak banget ditemui ular-ular yang sedang tertidur melingkar di atas pohon, aseliiik berasa main di hutan Amazon! (padahal belom pernah ke Amazon) hahahaha…

*****Canoeing di sungai Cigenter mirip sama apa yang udah saya lakukan di sungai Maron, Pacitan, cuma dalam versi lebih kecil dan lebih hutan aja. Cerita lengkap Pacitan bisa klik di sini

File_000 (4)
Selfie bersama rombongan trip di sungai Cigenter

Gak lama kami canoeing (sekitar 1 jam mendayung manjah), kami lanjutin lagi perjalanan untuk snorkeling di pulau Badul, lokasinya udah mengarah pulang ke desa Sumur, sekitar 1 jam perjalanan lintas selat ini menuju tempat terakhir trip… huhu Sedih kalo harus mengatakan akhir trip, karena mengingat besoknya udah hari senin dan harus kerja! Damn. My passion to travel is bigger than just doing daily routines.

Yaudah lanjut, pulau Badul ini kecil ternyata, luasnya mungkin hanya sebesar lapangan bola, gak ada homestay ataupun tukang jajanan, yang terlihat cuma pasir putih dan semak-semak di tengah pulau.

File_005 (2)
Pulau Badul, Ujung Kulon

Udah ya, gak lama juga kita main-main di pulau Badul ini, karena fokus untuk cari foto kece berhubung hari udah semakin sore. Perjalanan pulang menuju desa Sumur dari sini sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kapal yang berisi rombongan dari trip kami.

Sekilas review aja, wisata ke Pulau Peucang dan sekitarnya di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon sangat recommended banget ya, selain biaya yang dikeluarkan gak mahal-mahal banget, trip-nya juga bisa dilakukan saat weekend aja gengs cocok banget kan buat yang kerja di area banten atau jabodetabek, jadi gak perlu deh cuti panjang segala.. hehe

Ujung Kulon ini emang oke banget, bisa dikatakan kami semua bercumbu dengan alam bebas di sini, karena banyak banget satwa liar bertebaran dengan jenis yang beragam ya, mulai dari rusa, babi hutan, monyet, biawak, ular, bahkan sampe ngeliat lumba-lumba juga. Nah, karena alam di sini masih tergolong asri dan alami, jadi kalo kalian berkunjung tetap jaga lingkungan yaaa..

Thanks buat Arizal Khoironi dan Tejo Sandi yang udah ikut nemenin gue di trip ke Pulau Peucang! Semoga next time kita bisa explore lebih jauh dan lebih kece lagi ya. Sekian dan terima kasih juga buat kalian yang udah baca tulisan ini, semoga bermanfaat! Silakan beri komentar kalo mau tanya-tanya ya πŸ™‚

Advertisements

4 comments on “Bercumbu Rayu bersama Alam Terbuka Ujung Kulon

  1. Seru nih petualangan di ujung kulon.
    Ada bertemu dengan badak nya gk mas hehehe

    • Doni Laksono

      Kebetulan gak trekking sejauh itu mas Ubay πŸ˜…πŸ˜… hehe

  2. Sandra

    Gan mau tanya, ada menuju ke Savana/Cidaon ga? Saya juga rencana mau pergi sama ngetripmulu.
    Thank you info dan foto-fotonya.

    • Doni Laksono

      Wah sejauh ini saya belum ada rencana ke sana kak.. hehehe ditunggu foto-foto kecenya aja di sana ya πŸ‘ŒπŸ»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: