Jawa Barat

Balada Camping Ceria di Gunung Papandayan

Sudah banyak orang tau kalo Gunung Papandayan merupakan tempat yang paling pas untuk pendaki pemula, mulai dari aksesnya yang bisa dijangkau oleh banyak jenis kendaraan, trekking yang landai, dan ketersediaan fasilitas yang sangat mumpuni sampai ke area perkemahan.

Sebetulnya, naik gunung bukanlah pengalaman baru buat saya, tapi kali ini ada yang spesial karena saya mendaki bersama dengan temen-temen kantor yang mayoritas belum pernah sama sekali naik gunung! Hell yeah..

Oke langsung aja, saya dan temen-temen melakukan perjalanan dengan tema “Camping Ceria” ini pada awal Februari 2017, tepatnya pada tanggal 4-5 Februari. Perjalanan kami mulai dari Bandung–kebetulan kita semua sedang berada di Bandung karena acara kantor–menuju Gunung Papandayan yang berada di kawasan Garut, Jawa Barat, menggunakan mobil pribadi.

dscf5676
Rombongan Camping Ceria Papandayan

Saya dan rombongan semua total ada 10 orang (seperti pada gambar + satu orang yang fotoin, maaf ya mas Ferdi gak in-frame.. hehe), kami berangkat dari Bandung sekitar jam 9.30 pagi dan tiba di Gunung Papandayan sekitar pukul 12.30 siang, waktu tempuh Bandung-Papandayan sekitar 3 jam perjalanan.

*Tips, kalo mau naik gunung ada baiknya liat ramalan cuaca dulu untuk daerah yang mau dikunjungi ya, soalnya pas kami tiba di Papandayan langsung hujan 😦 hiks

Yak, karena cuaca hujan dan jam setempat sudah menunjukkan waktu isoma (istirahat, solat, makan), maka kami memutuskan untuk rehat sejenak sambil menunggu hujan reda.

dscf5682
Makan siang di warung parkiran Papandayan

Selama kurang lebih 2 jam kami menunggu hujan yang tak kunjung reda di salah satu warung area parkiran, maka kami memutuskan untuk tetap mendaki karena khawatir sampai area camp terlalu malam.

Berbekal skill ala kadarnya, akhirnya kami bersiap dengan menggunakan jas hujan untuk mendaki lengkap dengan rain cover yang membungkus tas gunung kami.

dscf5691
Persiapan mendaki Papandayan saat hujan

Mulai lah pendakian cantik nan macho ini dimulai pada jam 2.30 sore. Sebenarnya saya agak kasihan sih sama temen-temen yang newbie soal gunung-gunungan, cuaca buruk disertai angin kencang gak terduga terus menerpa langkah demi langkah, apalagi persiapan fisik juga sekedarnya atau bahkan tanpa persiapan fisik sama sekali, takut pada tepar dan meninggalkan kesan kapok untuk naik gunung lagi.. huhu

Padahal, kalo aja cuaca cerah, Papandayan ini saya bilang termasuk kategori gunung cantik yang cocok banget buat pemula loh, jalannya cenderung landai dan gak masuk hutan banget. View pertama nanjak aja udah hamparan kawah yang keren banget!

img_3142
Trek kawah di awal pendakian Papandayan

Ditambah lagi, rencana kami untuk ngadain BBQ-an saat camp kayaknya udah hampir sirna melihat cuaca yang kurang bersahabat. Tapi meskipun demikian, kami tetap melangkah sampai ke area perkemahan Pondok Saladah.

**Supaya aman, bungkus pakaian ganti atau apapun yang ada di dalam tas gunung kalian dengan plastik kresek supaya gak rembes air

Perjalanan yang kami lakukan dari awal pendakian hingga Pondok Saladah memakan waktu kurang lebih 2 jam 30 menit, kami tiba di sana sekitar pukul 5 sore yang kemudian disusul dengan mencari spot kemah. Memang agak sulit menentukan spot yang baik saat tanahnya basah diguyur hujan, sehingga memakan waktu lagi buat kami untuk mencari yang terbaik hingga tak terasa matahari pun mulai terbenam. Anyway, karena selama perjalanan didera hujan, maka sebagian barang yang kami bawa di dalam tas jadi basah! No way..

***FYI, jangan mencari spot kemah di dalam hutan karena sangat rentan digerayangi babi

img_3156
Pendakian sambil hujan-hujanan

Sekitar jam 7 malam, baru lah kami beres memasang tenda. Ada 3 tenda, satu tenda berisi barang-barang, sedangkan 2 tenda lainnya berisi masing-masing 5 orang. Dalam keadaan seperempat basah, kami berusaha enjoy dengan segala kondisi yang ada. Rencana mau masak-masak batal, bukan cuma karena hujan tapi karena kompor/nesting lupa dibawa naik.. cerdas!

UNTUNGNYA, Papandayan ini gunung cantik, jadi tersedia banyak kedai-kedai yang menjual makanan dan minuman, mulai dari nasi, gorengan, mi instan, minuman hangat seduh, sampe cilok sekalipun ada. So, kami makan dengan beli di salah satu kedai yang dekat dengan tenda.

SIALNYA, mungkin emang belom jodohnya bawa makanan ke Papandayan ya, meski kita udah ikutin saran dari pemilik kedai untuk menggantung makanan di pohon, tetep aja makanan kita kejangkau sama babi! Habis sudah.. Emang dasar babik ya..

file
Penampakan babi hutan di Papandayan | Source: https://ask.fm/kdaram/answers/135682320622

****Oh iya, babi di Papandayan dikenal bernama Omen, entah dari mana, tapi semua babi yang ada di sana dipanggil Omen

*****Hindari membawa masuk makanan ke dalam tenda karena kemungkinan besar si Omen akan menyeruduk tenda, lebih baik makanan digantung di pohon setinggi mungkin

Lanjut, keesokan harinya sekitar jam 5 subuh, kami melakukan eksplorasi ke tempat yang menjadi primadona di Papandayan, yaitu hutan mati & padang edelweis.

dscf5703
Sempet kesasar di hutan pas menuju Hutan Mati

Saat menuju hutan mati ini, perjalanan dari Pondok Saladah diteruskan menelusuri hutan-hutan dulu ya.. Dan ini justru serunya, meskipun kita sempat nyasar di tengah rimba pepohonan, tapi kita semua tetap tenang dan kompak, no drama! Sekitar 30 menit berjalan, akhirnya kita tiba di Hutan Mati yang cantiknya parah banget gengs.

dscf5709
Tiba di kawasan Hutan Mati Papandayan
dscf5726
Menikmati area Hutan Mati Papandayan

Gak lama-lama banget kami di hutan mati, perjalanan dilanjutkan ke spot kece lainnya, Tegal Alun! Di sini, katanya jadi padang bunga abadi dan sejauh mata memandang yang ditemukan hanya pohon bunga edelweis, bener gak sih?

Oke, karena saya sendiri penasaran seperti apa, saya setuju untuk segera melangkahkan kaki ke Tegal Alun. Tau gak? Jalan menuju Tegal Alun ini gak bisa dianggap remeh ya, layaknya naik gunung beneran nih, jalannya nanjak parah, udah bener-bener gak landai lagi.. huft..

dscf5801
Trekking menanjak menuju Tegal Alun Papandayan
dscf5799
Istirahat sejenak saat trekking menuju Tegal Alun

Yang kasian itu temen-temen newbie yang baru coba naik gunung, terutama cewek, udah mau pingsan semua kayaknya, hahaha..Tapi oke lah ya, karena jalan nanjak dan cukup terjal ini berakhir hanya dalam 20 menitan, sisanya udah deh kita ngeliat padang bunga abadi, Edelweis!

dscf5896
Pemandangan padang Edelweis, Tegal Alun

So far, para newbies bisa mencapai Tegal Alun meski jalannya sangat nanjak ya dan tempat ini merupakan spot kece terakhir yang kami kunjungi di Papandayan, karena setelah dari sini kami kembali ke area kemah Pondok Saladah untuk mengemasi tenda dan perlengkapan lainnya.

KESAN & KESIMPULAN

Selama kurang lebih 2 hari 1 malam saya berada di Papandayan, banyak banget hal-hal yang menambah pengalaman saya:

(+)

  1. Karena diguyur hujan, perjalanan tidak terlalu melelahkan jika dibanding saat naik musim kemarau
  2. Adanya pendaki newbies membuat yang berpengalaman untuk lebih mengontrol ego
  3. Pemandangan di Papandayan sangat cantik dari sisi manapun, gak peduli mau nanjak di musim apa
  4. Trekking di Papandayan cenderung landai dan gak butuh waktu lama untuk bisa sampai di Pondok Saladah (area camp)
  5. Fasilitas seperti toilet, mushola, dan warung makan di area camp sudah tersedia, jadi bisa agak selow ya gengs.

(-)

  1. Papandayan sudah terlalu komersil sepertinya dibanding gunung lain jadi harganya juga lumayan mahal

Oke gengs, sekian dulu cerita saya di camping ceria Papandayan ya! Semoga masih diberi kesempatan untuk jalan-jalan ke tempat lain lagi dan sharing pengalaman lagi. Terima kasih buat temen-temen yang udah ikut camping ceria ini ya; Hafidz, Alitha, Nona, Rima, Rizal, Rayhan, Mas Ferdi, Dea, dan Kevin 🙂 Semoga gak kapok pasca pendakian lepek ini yaa..

Untuk saran silakan komentar di bawah ya.. See you in other stories!

Advertisements

6 comments on “Balada Camping Ceria di Gunung Papandayan

  1. wah dari jakarta sekitar 6 jam berarti kalo ke papandayan ya ? thanks buat ceritanya bang !

  2. Harga makanan di atas range brp ya mas?
    Soalnya baca harganya udah dikomersialkan 😁

    • Doni Laksono

      Hai Irene, untuk harga makanannya mulai Rp1,000 s/d Rp15,000 ya tergantung apa yang dibelinya 🙂

  3. Ceritanya. Membantu sekali, kang.. Two tumbs up lah. Karena saya, ada planing mo ke papandayan.. Agustus besok. Dan kebetulan kita, belom pernah sama sekali, yang namanya ngedadaki. Sebelumnya…saya mau tanya kang. Untuk ngedaki /camp,d pintu masuk utama.. Ada retribusi buat… Camping ato apa gitu? Mohon info nya… Kang doni… Haturnuhun.

    • Doni Laksono

      Hai kak, makasih udah mampir ya. Untuk retribusi dan biaya parkir tentu ada ya soalnya Papandayan ini udah resmi dikelola, harganya saya lupa berapa tapi sangat terjangkau kok 🙂 hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: